Hiyaaaaaah…..akhirnya nulis lagi setelah sekian lama sengaja absen karena males. Haha…
Mmmmm…kali ini saya mau nulis tentang wisuda saya dulu (10 Oktober 2012), mumpung masih inget -___- (biar ada jembatannya juga dari cerita yang sebelumnya ke cerita saya yang lain nanti)
Setelah sebulan PKL di KPPN Solo, setelah sekian lama mengerjakan laporan PKL, setelah bolak-balik konsultasi ke dosbing, setelah seminggu ikut “wajib militer” di markas kopassus cijantung, setelah mengikuti prosesi yudisium internal bersama teman-teman seperjuangan, akhirnya kuliah saya beres juga. :D
Wisuda STAN lulusan 2012 ini akan diadakan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor pada hari Rabu, 10 Oktober 2012. Tempat itu sengaja dipilih karena kapasitas ruangannya yang besar dan tidak sulit dijangkau dari kampus kami di Bintaro.Jika biasanya wisuda diadakan di Jakarta Convention Center ( JCC), kali ini panitia sepertinya sepaham dengan saya yang ingin wisuda di Bogor. Yap, saya memang berharap acara itu diadakan di Bogor saja karena SICC dekat dengan rumah om saya di Bogor. Jadi, tidak perlu repot-repot bangun tengah malam ikut rombongan bus ke SICC.Alhamdulillah :D
Saat itu biaya untuk ikut wisuda sekitar Rp850.000,00 per orang sudah termasuk semua perlengkapan wisuda seperti toga, liontin, souvenir, 2 orang pendamping wisuda, dll. Menurut perwakilan dari panitia, (katanya) harga setinggi itu sudah termasuk murah jika dibandingkan dengan acara wisuda di tempat lain.Setelah berkonsultasi dengan keluarga, akhirnya saya segera daftar acara wisuda di hari pertama supaya urusannya cepat beres serta berharap antreannya belum banyak. Dan benar saja, saat itu saya dan Bang Sandro yang sengaja daftar di hari pertama berangkat pagi-pagi sekitar jam 8 pagi ke Bank Mandiri depan Bintaro Plasa, teman-teman belum banyak yang mengantre untuk membayar uang wisuda. Setelah kurang lebih 30 menit mengurus pembayaran, kami langsung menuju ke Gedung I untuk registrasi dan ukur badan untuk baju toga. Saat itu sekitar jam 10 pagi urusan saya daftar wisuda sudah beres, tinggal nunggu pengambilan toga, undangan, dan perlengkapan wisuda lainnya beberapa hari kemudian.
Karena saya daftar wisuda di hari pertama, serah terima perlengkapan wisuda pun juga lebih cepat daripada teman-teman lain yang daftar belakangan.Di saat teman-teman belum menerima perlengkapan wisudanya, saya sudah dapat perlengkapan wisuda beserta undangannya dengan lengkap.Sementara itu, teman-teman yang menerima perlengkapan wisuda belakangan, ternyata yang diterima belum komplet.Itu juga yang sempat membuat panitia wisuda diprotes keras di media sosial.
Seminggu sebelum wisuda, saya segera mengepaki barang-barang untuk dibawa pulang ke Palur.Tiga tahun kuliah ternyata barang-barang bawaan saya “beranak pinak”. Sempat saya perkirakan hanya perlu 4 buah kardus besar ternyata dibutuhkan 7 buah kardus besar untuk mengepak barang-barang saya seperti pakaian, buku, bedcover, gelas, piring, dll. Saya sempat bingung mencari kardus besar yang mampu mengangkut barang-barang saya tadi.Untungnya mas-mas penjaga toko kelontong langganan saya memberi beberapa buah kardus besar, Alhamdulillah. :D
Karena sudah tidak ada kegiatan di kampus dan semua urusan tentang pendaftaran wisuda sudah beres, saya bisa seharian beres-beres barang bawaan saya dan memasukkannya ke dalam kardus. Setelah beberapa jam, akhirnya semua barang yang akan dikirim ke rumah sudah masuk ke dalam kardus. Total ada 7 buah kardus. Itu pun masih ada beberapa barang yang belum terangkut seperti kipas angin, printer, monitor, laptop, dll yang rencananya akan saya angkut setelah acara wisuda sekalian pulang ke Palur.
Setelah memperhitungkan banyak hal, saya pun memutuskan untuk mengirimkan kardus-kardus tadi lewat bus Kramat Jati karena biayanya lebih murah dan agennya dekat dengan kosan saya. Hari itu, sekitar jam 10 pagi, saya mulai angkut satu per satu kardus-kardus tadi ke agen bus Kramat Jati yang jaraknya sekitar 400 meter dari kosan saya dengan jalan kaki -__-
Sekali berangkat, saya bawa 2 kardus sekaligus supaya lebih cepat.Berarti, saat itu saya 3 kali bolak balik membawa kardus ke agen bus. Padahal masing-masing kardus beratnya sekitar 30kg -____-
Saat itu biaya untuk mengirimkan kardus-kardus ke rumah sekitar 100 ribu lebih. Tapi kalau dihitung-hitung sebenarnya lebih murah daripada dikirim lewat jasa ekspedisi lain.
Senin, 8 Oktober 2012
Saat itu, seperti biasa, sudah tidak ada kuliah, tidak ada ujian.Saya hanya menikmati hari-hari terakhir di Bintaro seperti biasa, seolah tidak ada hal yang spesial.Padahal lusa, hari Rabu, adalah hari yang bersejarah buat saya. Saya tidak ada ide akan ke mana dan melakukan apa pada hari itu. Dari pagi, saya melakukan aktivitas seperti biasa, nonton tv sambil internetan. Karena bosan, akhirnya sekitar jam 9, saya memutuskan untuk jalan-jalan ke luar kos. Tiba-tiba tersirat ide untuk makan es pisang ijo di Jalan Pisok, depan kampus. Warung es pisang ijo itu adalah salah satu tempat makan favorit saya sejak tingkat 1 saya kuliah di STAN. Pertama kali ke sana karena diajak salah seorang teman. Ternyata rasanya sangat enak dan murah meriah, hanya 5000 rupiah.Apalagi kalau dimakan tengah siang.Saya baru tahu kalau es pisang ijo adalah makanan khas dari daerah Makassar, Sulawesi Selatan.Padahal saya sempat mengira kalau makanan itu berasal dari Aceh karena di warungnya ada tulisan “Banda Naira”. Haha…
Pada pagi hari itu saya jalan ke sana untuk membeli es pisang ijo. Sudah lama saya tidak ke sana, untung tidak banyak yang berubah. Pedagangnya masih tetap sangar seperti yang saya lihat sejak tingkat 1 dulu dengan warung yang sederhana, lokasinya masih tetap sama, dan yang terpenting rasa es pisang ijo masih tetap nikmat seperti yang dulu. Hanya harganya yang berubah jadi 6000 rupiah.
Saya sengaja memesan es pisang ijo untuk dibawa pulang ke kosan karena saya ingin menikmatinya sambil internetan seperti biasa.Dulu saya memang jarang makan es pisang ijo di warung karena tidak bisa santai dan berlama-lama.Ternyata saya lupa kalau barang-barang termasuk mangkok plasik sudah dikirim ke rumah.Untung masih ada piring yang tersisa dan sendok plastik bekas bubur ayam.
Siang harinya saya hanya nonton tv dan tiduran di kosan sambil berpikir mau ke mana sore nanti. Akhirnya saya menemukan ide untuk pergi ke kosan teman sekelas saya si Zaki di daerah PJMI, sekitar 600 meter dari kosan sekalian mengembalikan kabel printer yang sempat saya pinjam untuk mengeprint laporan PKL saya dulu sewaktu puasa.
Setelah mengirim pesan kalau saya akan ke sana setelah Maghrib, saya segera mandi sore harinya. Setelah salat Maghrib akhirnya saya segera bergegas ke kosan teman saya tadi. Sesampainya di sana ternyata kamar kosannya sudah banyak berubah. Kalau biasanya dia hanya sendirian di kamar, waktu itu kamarnya sudah ada 2 kasur yang menandakan kalau sekarang kamarnya diisi 2 orang.Sementara itu barang-barang pribadinya sudah banyak yang dimasukkan ke dalam kardus meskipun belum dikirim pulang. Di sana, saya hanya mampir sebentar saja sekitar 20 menit, yang penting kabel printer sudah saya kembalikan. Pulang dari kosan si Zaki, saya iseng-iseng mampir ke pasar malam di daerah Kalimongso, tidak jauh dari PJMI tadi.Niatnya cuma mau mampir beli makan malam di warung nasi goreng langganan saya, “warung nasi goreng 12”.Sudah setahun ini saya kalau makan nasi goreng di warung itu.Meskipun jauh dari kosan, tapi rasa nasi gorengnya sangat mantap.Tidak sia-sia jauh-jauh ke tempat itu.Jelas jauh lebih enak daripada nasi goreng langganan saya waktu tingkat 1 dulu di Jalan Pasir, dekat kosan.
Pulang dari “warung nasi goreng 12”, saya tergoda untuk mampir beli getuk di pasar kaget Kalimongso.Harganya cukup murah, hanya seribu rupiah.Akhirnya saya beli 2 biji.Selama perjalanan pulang ke kosan, tiba-tiba saya teringat perbincangan saya dengan ibu via telepon beberapa hari yang lalu tentang buku alumni.Yap, saat itu saya sengaja tidak beli buku alumni lulusan 2012 karena harganya yang mahal.Selain itu, banyak teman juga yang tidak beli.Setelah bicara dengan ibu tentang saya yang tidak beli buku alumni, saya malah dimarahi.Katanya, buku kenangan itu penting buat kenang-kenangan kalau nanti sudah kerja. Haha…. Akhirnya saya dengan terpaksa berusaha beli buku alumni yang tersisa di koperasi.Ternyata sampai di koperasi, buku alumni sudah habis.Sempat saya coba hubungi teman sekelas yang mengurusi buku alumni tapi ternyata stoknya sudah habis.Sedikit nyesel tapi Alhamdulillah. Hehe…
Sesampainya di kosan, sekitar jam 20.30, seperti biasa saya langsung menyalakan TV, nonton acara favorit, OVJ sambil makan nasi goreng yang tadi sudah dibeli. Setelah selesai makan, saya berinisiatif memeriksa kembali barang-barang yang akan saya bawa esok hari ke Bogor, terutama perlengkapan wisuda.
Perlengkapan wisuda termasuk undangan sengaja saya taruh di tas plastik besar pemberian panwis saat pengambilan toga beberapa hari sebelumnya. Baju, kemeja, dan barang-barang pribadi lain yang sudah masuk ke tas ransel hitam saya. Total barang bawaan yang saya bawa ke Bogor hanya tas plastik dan ransel. Semuanya sudah siap. Sebelum tidur, saya searching rute kereta yang akan saya naiki besok dari Bintaro ke Bogor. Ternyata transportasi dari Bintaro ke Bogor cukup mudah, hanya 2 kali naik KRL. Sekitar jam 22.00 akhirnya saya bisa tidur juga di malam terakhir saya di sana. Tak terasa memang sudah 3 tahun.
#gambar menyusul gan, upload di warnet luamaaaaa. -__-