Setelah sekian lama absen, (saya bermasalah dalam hal konsistensi menulis) akhirnya saya kembali buka-buka blog curhatan alay tercintah ini. Ternyata masih ada banyak hal yang (lagi-lagi) belum sempat disampaikan. haha... *lempar sepatu
Kali ini mumpung lagi nganggur magang di Direktorat Sistem Perbendaharaan (DSP), Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan dan mumpung ada koneksi internet dari si kinal (nama modem saya), akhirnya saya putuskan untuk menulis sepatah dua patah kata untuk para permirsah di rumah. Mmmm..tapi mau ngomong apa ya. -____-
Posisi saya ini lagi magang/On The Job Training (untuk selanjutnya kita singkat jadi OJT48) di instansi eselon 2 Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) yang terdiri dari:
- 8 instansi pusat (kecuali Setditjen) di Gedung Prijadi I, II, III Jl. Wahidin, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat,
- Kantor Wilayah (kanwil) DJPB di Otista, Jakarta Timur, dan
- 3 Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di Juanda (KPPN 4 dan 6) serta di Lapangan Banteng (KPPN 2)
Kegiatan magang sendiri dirolling tiap 2 minggu sekali. Untuk 2 bulan pertama, saya dan teman-teman kelompok 5 kebagian OJT48 di kantor pusat, yaitu Direktorat PPK BLU, APK, SP, dan TP. Otomatis, saya yang ngekos di daerah Senen masih nyantai pulang pergi jalan kaki, berangkat dari kosan jam setengah 7, sampai di kantor jam 7 pagi. Awalnya jalan kaki ke kantor yang paling cepat memakan waktu 20 menit itu sangat menyusahkan, apalagi bawa tas yang isinya banyak banget. Serasa jogging pagi-pagi sambil angkat beban selama 20 menit. hahaha... Tetapi setelah OJT48 berjalan seminggu, saya sudah terbiasa dengan rutinitas ini.
Mulai pertengahan Desember, kami akan melakukan OJT48 di kanwil daerah Otista Jakarta Timur. Saya sendiri belum survei ke sana, tetapi kalau dilihat lewat peta jalur busway, sepertinya lumayan jauh juga. Saya yang berangkat dari halte Kwitang harus transit dulu di halte Senen Central, lalu transit lagi di halte Matraman ganti Transjakarta yang ke arah Kampung Rambutan. Kalau kata teman-teman, kanwil itu dekat dengan halte Bidara Cina. Berarti nanti saya juga harus turun di halte Bidara Cina *ya iyalah
Kalau dihitung dari halte Kwitang (tempat saya mulai perjalanan) ke halte Bidara Cina (Kanwil DJPB), ternyata harus melalui 11 hate dan 2 kali transit. Masalahnya saya belum bisa mengestimasikan lamanya perjalanan karena saya memang malas belum survei ke sana. Yang pasti saya tidak mungkin jalan kaki lagike kantor. Berarti saya harus berangkat pagi-pagi memburu Transajakarta tarif hemat 2 ribuan. haha
Setelah 2 minggu OJT48 di Kanwil, mulai akhir Desember sampai Februari, kami akan pindah kantor ke KPPN di Juanda. Untuk menjangkau tempat itu juga harus dengan sarana transportasi. Padahal jaraknya tidak terlalu jauh (hanya jarak sekitar 5 halte busway kalau dari halte Atrium, turun di halte Pecenongan). Dulu sebenarnya sempat dikirimkan sepeda angin dari adik di Palur untuk saya yang dikirim lewat kereta api, tetapi malah saya kembalikan lagi ke rumah. *maaaap. Karena menggunakan sepeda angin justru akan tambah ribet, harus muter dulu. Selain itu, jalanan ibukota yang sekejam ibu tiri membuat saya malas bersepeda.
Sebenarnya kegiatan OJT48 ini direncanakan berakhir sekitar bulan Maret tahun depan. Akan tetapi, dari Setditjen sudah mewanti-wanti kami harus selalu bersiap diri karena rencana yang disusun sampai bulan Maret itu bisa saja berubah tergantung keluarnya SK CPNS kami. So, kalau SK keluar sebelum bulan Maret tahun depan, kegiatan OJT48 otomatis berakhir dan langsung masuk ke tahapan diklat-diklat sebelum kami diusir ditempatkan ke KPPN A2 di seluruh Indonesia.
Untuk masalah penempatan definitif, menurut kabar dari rumput yang bergoyang, kami diminta untuk memilih 2 KPPN A2 di seluruh Indonesia. Alhamdulillah lah ya bisa milih sendiri penempatan, minimal milih KPPN Wonosari lah yang ga jauh-jauh amat dari Palur. Berarti bisa pulang kampung sering-sering dong?? Siapa bilang!!! -___-
Kok bisa?? Kami memang disuruh milih sendiri daerah penempatan nanti, tetapi milihnya itu harus KPPN A2 di luar Jawa, Lampung, Bali, NTB. Huaaaaaahhhh...... T_T
Kami (saya dan teman-teman dari spesialisasi Kebendaharaan Negara), menurut formasi dari Kemenp*n akan ditempatkan di KPPN A2. Sementara itu, untuk teman-teman yang berasal dari Spesialisasi Akuntansi masih berpeluang dapat penempatan di kanwil. Lumayan lah ya kalau dapat ibukota propinsi. Sampai saat ini, saya sendiri belum yakin dengan kedua pilihan saya. Rencananya saya akan milih KPPN Bau-Bau dan KPPN Tanjung Pandan. Mungkin lain kali saja ya saya jelaskan kenapa saya bisa milih 2 KPPN tadi. *peace
Sekian dulu permirsah, kita lanjutkan kapan-kapan lagi di kesempatan yang akan datang.
Happy friday, happy freeday. Besok libuuuuuuuurrrrr.......
Happy friday, happy freeday. Besok libuuuuuuuurrrrr.......