Senin, 08 Oktober 2012

YUDISIUM




Jumat kemarin, 5 Oktober 2012 menjadi hari yang bersejarah buat kami mahasiswa STAN, khususnya spesialisasi Kebendaharaan Negara (KBN) dan Pengurusan Piutang Lelang Negara (PPLN) karena tepat pada hari itu sekitar pukul 09.45 WIB kami melakukan prosesi yudisium dan disahkan lulus sebagai mahasiswa oleh Direktur STAN, Pak Kusmanadji. Total ada 209 orang mahasiswa KBN dan 49 orang mahasiswa PPLN yang di-yudisium pada gelombang terakhir itu (spesialisasi lain sudah melaksanakan yudisium pada hari sebelumnya).

Menurut jarkom yang disampaikan ketua kelas, registrasi yudisium sudah bisa dilakukan mulai pukul 07.00. Malam sebelum yudisium sudah saya niatkan untuk tidak begadang. Akan tetapi, hingga pukul 24.00 saya masih belum bisa tidur juga karena terbayang-bayang yudisium besok. Akhirnya setelah minum air putih setengah gelas dan mematikan TV serta tidak lupa menyetel alarm HP pukul 05.00, saya bisa terlelap juga. Keesokan paginya saya terbangun sekitar pukul 04.45, bahkan lebih awal daripada alarm. -__-


Setelah salat subuh sempat kepikiran mau melanjutkan tidur tapi takutnya malah mblandang -__-

Akhirnya saya buka laptop dan nonton video klip musik yang kemarin malam selesai di-download. Tak terasa akhirnya sudah pukul 06.45, saya bergegas untuk mandi lalu memakai seragam lengkap dengan dasi hitam untuk yudisium. Setelah semuanya siap, sekitar pukul 07.00 saya menuju ke gedung G tempat dilaksanakannya yudisium. Sampai di sana masih sepi. Setelah saya ingat-ingat ternyata pukul 07.00 itu mulai registrasi sedangkan pelaksanaan yudisium pukul 08.00.  -__-





Pukul 08.00 semua mahasiswa KBN dan PPLN sudah berada di gedung G tetapi acara baru dimulai sekitar pukul 08.30 karena menunggu datangnya pak direktur. Acara yudisium dimulai dengan menyanyikan lagu "Mars STAN", "Indonesia Raya", dan "Padamu Negeri". Setelah itu, Ibu Lies selaku Kepala Bidang Akuntan maju ke podium untuk menyampaikan laporan kelulusan mahasiswa KBN dan PPLN. Selama 3 tahun menimba ilmu di STAN ternyata ada 10 orang mahasiswa KBN yang DO, sedangkan mahasiswa PPLN ada 3 orang. Menurut laporan itu juga diketahui bahwa ada sekitar 30% mahasiswa KBN  yang mendapat predikat "terpuji" atas IPK-nya, 60% mendapat predikat "sangat memuaskan", dan sisanya mendapat predikat "memuaskan". Sayang sekali saya tidak mendapat predikat "terpuji" itu karena IPK saya ada pada kisaran 3,4 tapi apapun itu harus disyukuri.



Setelah Bu Lies selesai membacakan laporan kelulusan mahasiswa, akhirnya Pak Kusmanadji maju ke podium untuk memberikan wejangan-wejangan bagi para calon wisudawan ini. Beliau memberikan wejangan dalam bentuk analogi. Beliau menganalogikan STAN sebagai seorang ibu, sedangkan kami (mahasiswa) adalah calon anak-anak yang akan dilahirkan. Selama 3 tahun menimba ilmu di STAN diibaratkan seorang ibu yang mengandung anaknya selama 3 tahun. Selama 3 tahun itu sang ibu merawat anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. 

Nah, momen yudisium ini merupakan saat di mana anak-anak itu lahir dari rahim ibunya. Karena bukan anak-anak sembarangan, setelah lahir nantinya kami sebagai anak akan langsung dipisahkan dari sang ibu untuk hidup mandiri. Sebagai anak yang berbakti tentunya kita tidak boleh mencoreng nama baik "ibu" kita karena apabila kita berbuat salah otomatis nama "ibu" juga akan ikut tercemar. Oleh karena itu "sang ibu" berpesan untuk berbuat sebaik-baiknya dan jangan membuat kesalahan.

Setelah memberikan wejangan selama kurang lebih 30 menit, akhirnya sekitar pukul 09.45 Pak Kusmanadji mengesahkan kelulusan kami dan mulai saat itu kami sudah bukan mahasiswa lagi melainkan alumnus STAN. Begitu Pak Kusmanadji memberikan pengesahan kelulusan, semua mahasiswa nampak sangat bangga dan terharu serta tidak lupa mengucapkan syukur kepada Allah swt, sungguh momen yang sangat indah.



Sebagai bentuk penghargaan, 10 besar mahasiswa terbaik dari KBN dan PPLN diminta maju ke depan untuk diberi penghargaan oleh Pak Kusamanadji selaku Direktur STAN. Setelah itu, beliau pun meninggalkan gedung G karena ada acara lain di luar. Ternyata tidak hanya 10 besar mahasiswa terbaik saja yang maju ke depan, kami semua dipanggil satu persatu urut berdasarkan IPK masing-masing mulai dari peringkat 11 hingga 209. Setelah menanti cukup lama, akhirnya nama saya dipanggil. Saya ada di urutan ke-88 dari 209 mahasiswa KBN. Kebetulan peringkat 88 ada 4 orang termasuk saya. Alhamdulillah peringkat menengah keatas meskipun sedikit. Haha...



Sekitar pukul 11.00 acara selesai diakhiri dengan pembacaan doa. Sebelum pulang, kami harus tanda tangan berita acara peserta Capacity Building terlebih dahulu. Capacity Building ini dilaksanakan di Makopassus, Cijantung, Jakarta Timur selama seminggu dan dibagi dalam 3 gelombang (lain kali akan dibahas tentang Capacity Building ini). 

Alhamdulillah ternyata paniti sudah menyiapkan snack untuk kami. Setelah tanda tangan Capacity Building kami pun menikmati snack tadi dengan lahap, maklum belum sarapan. Hehe...


*) Setelah saya ingat-ingat tanggal 5 Oktober itu tenyata bukan tanggal yang biasa untuk saya. Bukan karena tanggal itu hari ulang tahun TNI, melainkan pada tanggal 5 Oktober tiga tahun lalu (2009) saya pertama kalinya menginjakkan kaki di kosan saya di Bintaro dan memulai "petualangan" baru sebagai mahasiswa STAN dan tepat pada tanggal yang sama tiga tahun  kemudian (2012) saya melaksanakan yudisium yang artinya saya sudah resmi lulus sebagai mahasiswa STAN. 

Sungguh momen yang sangat indah :)







Read more

Minggu, 07 Oktober 2012

"Si Ini" dan "Si Ono" (Part II)




Sementara itu, "SI ONO" adalah liontin perlengkapan wisuda. Hampir sama dengan "SI INI", tapi kalungnya berwarna ungu-kuning dengan sebuah medali berlogo STAN di ujungnya. Berbeda dengan "SI INI" yang didapat 3 tahun yang lalu dan dipakai selama kuliah di sini, "SI ONO" baru saja didapat minggu lalu saat mengambil perlengkapan wisuda di gedung I dan hanya digunakan sekali, yaitu saat wisuda nanti. Akan tetapi, "perjuangan" untuk mendapatkan "SI ONO" pun tidak bisa dibilang enteng. Saya (dan teman-teman seperjuangan) harus menimba ilmu di sini selama 3 tahun, 6 semester, 6 kali UTS, 6 kali UAS, dan sekali PKL dengan segala suka dukanya (lebih banyak sukanya sih, hehe...)


Wah jadi teringat masa-masa ujian (UTS/UAS) dulu. Ciri khas (sebagian besar) teman-teman saya mahasiswa STAN adalah santai saat kuliah tapi mematikan saat ujian. Yap, saya bilang santai saat kuliah karena memang saat ujian banyak yang kurang memperhatikan, tidur, bengong, ngantuk (kalo saya seringnya ngantuk, apalagi kalo semalam ada pertandingan bola. haha...) tapi nggak tau kenapa waktu ujian mereka bisa mengerjakan soal ujian dengan baik meskipun hanya bermodalkan ringkasan materi kuliah yang keluar beberapa hari sebelum ujian tiba. 


Ringkasan materi kuliah tadi meliputi semua mata kuliah yang akan diujikan lengkap dengan soal bahasnya. Ringkasan materi ini dibuat oleh IMMA (Ikatan Mahasiswa Muslim Anggaran). Kami biasa menyebutnya "pencerahan IMMA". Jujur adanya "pencerahan IMMA" ini sangat membantu belajar kami. Selain mengandalkan "pencerahan IMMA", biasanya kami belajar materi-materi kuliah dalam bentuk slide yang diberikan dosen, terutama dosen koordinator yang bertanggung jawab membuat soal ujian karena biasanya lebih "ampuh". Hehe...

Selain itu, beberapa hari menjelang ujian biasanya diadakan tentir, semacam belajar bersama dalam satu kelompok untuk membahas materi kuliah yang masih belum dipahami. Memang tidak semua mata kuliah akan dibahas di tentir. Tentir diadakan jika ada materi kuliah yang melibatkan hitung-hitungan rumit. Apabila materi ujian sebagian besar hafalan, tentir tidak diadakan. Tentir diadakan tidak harus di satu tempat tertentu. Kadang di kosan teman, sering juga memanfaatkan ruangan kelas saat libur karena memang diadakannya saat hari libur, yaitu sabtu atau minggu.  Biasanya 1 atau 2 orang ditunjuk sebagai tentor, sedangkan sisanya mendengarkan penjelasan yang diberikan. 

Saya sendiri mempersiapkan materi ujian seminggu sebelum hari H. Itu juga baru mengumpulkan niat -__-

Tapi apapun itu saya bangga jadi bagian dari keluarga besar STAN. Perjuangan kita selama 3 tahun ini berbuah satu medali yang akan kita pakai wisuda nanti :)

Rencananya "SI INI" dan "SI ONO" akan saya satukan dalam sebuah pigura yang nantinya akan saya pajang di kamar sebagai kenang-kenangan. so sweeeetttt. hahahaha.....

TAMAT
Read more

Kamis, 04 Oktober 2012

"Si Ini" dan "Si Ono" (Part I)


"SI INI" adalah KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) STAN Spesialisasi Kebendaharaan Negara warna merah yang didapat dengan susah payah. Jika diingat-ingat lagi perjuangan mendapatkan KTM ini memang cukup berat karena harus bersaing dengan setidaknya 88 ribu pendaftar lainnya. Sementara yang diterima tidak lebih dari 3000 mahasiswa. Suatu kebanggaan tersendiri tentunya.

Saat itu, untuk bisa lulus USM STAN saya sengaja ikut bimbel "Iwangsari" yang ada di dekat Stasiun Balapan Solo. Ya, saya masih ingat, ketika itu saya mendaftar bimbel tepat setelah acara kelulusan SMA di gedung Saba Buwana Solo. Selama sekitar 10 hari saya ikut bimbel tersebut. Lumayan banyak materi dan trik-trik yang didapat untuk bisa mengerjakan soal USM dengan cepat.

Pada saat hari H, kebetulan saya mendapat tempat ujian di YKPN Jogja. Ternyata yang ikut USM tidak hanya siswa lulusan 2009, tetapi banyak juga yang berasal dari angkatan sebelumnya. Sesampainya di sana sudah banyak pendaftar yang stand by di depan ruangan dengan berbekal buku-buku soal bahas USM STAN. Sempat minder juga melihat keseriusan pendaftar-pendaftar yang lain. Sementara itu, saya menghadapi USM dengan perasaan nothing to lose karena sebelumnya (alhamdulillah) saya sudah diterima di IT Telkom jurusan Teknik Telekomunikasi. Kalau tidak lulus pun, saya tidak akan terlalu meratapinya. Hehe...

Begitu bel tanda dimulainya ujian berbunyi, saya dan pendaftar lain langsung mengerjakan soal-soal USM dengan sebaik dan secepat mungkin. Karena perasaan nothing to lose tadi, saya bisa sedikit santai dan mengatur strategi bagian mana dulu yang harus dikerjakan. Dari awal, saya memang sudah mengincar soal-soal Bahasa Inggris terlebih dahulu karena sudah dibekali cara-cara mengerjakan soal dengan cepat dan tepat. Setelah sebagian besar soal Bahasa Inggris selesai dikerjakan, giliran soal-soal Tes Potensi Akademik (TPA) menunggu untuk dijawab. Menurut perhitungan saya, waktu pengerjaan soal akan selesai pukul 11.30. Saat itu, sekitar pukul 10.30 saya baru mengerjakan soal TPA. Baru terjawab beberapa soal tiba-tiba panitia mengingatkan kalau waktu pengerjaan soal hanya tersisa 10 menit lagi. Begitu kagetnya saya setelah tahu kalau waktunya tinggal 10 menit lagi padahal menurut hitungan saya seharusnya masih 40 menit lagi.

Setelah saya cek lembar soalnya ternyata saya yang salah menghitung waktu selesai ujian. 
What the.............-____-

Akhirnya saya pun pasrah mengumpulkan lembar soal dan jawaban yang belum semuanya terisi. Keluar dari ruang ujian dengan tertunduk, kesal dengan diri sendiri yang salah hitung jam. Tapi karena memang sudah nothing to lose, saya lupakan semua. Yang perlu dilakukan hanya menunggu hasilnya saja.

Pengumuman USM STAN baru dilakukan (kalau tidak salah) pada pertengahan Agustus 2009 saat saya sudah kuliah di IT Telkom Bandung. Saat hari pengumuman, saya hanya berdiam diri di kamar kosan karena memang sudah tidak yakin akan diterima sementara teman-teman yang lain sibuk mencari tahu apakah dirinya diterima atau tidak. Memang, teman-teman IT Telkom banyak juga yang dulu daftar USM STAN. Sampai tengah siang, teman-teman belum juga berhasil membuka pengumuman kelulusan karena webnya terlalu sibuk, banyak yang mengakses.

Sore harinya tiba-tiba saya ditelpon ibu dari kantor yang memang sebelumnya sudah mencatat nomor pendaftaran USM saya. Ibu bilang kalau saya diterima di spesialisasi Kebendaharaan Negara. Setengah tidak percaya, saya pun langsung menuju ke warnet dekat kosan untuk mengecek kebenaran berita tersebut. Mungkin karena jaringannya sudah tidak terlalu sibuk lagi, akhirnya saya dengan mudah dapat mengakses pengumuman itu. Setelah saya download, ternyata benar saya diterima di spesialisasi Kebendaharaan Negara.

Senang? Pasti lah senang. Tapi campur galau juga. Sebenarnya saya sudah nyaman tinggal dan kuliah di Bandung tapi kesempatan kuliah gratis di STAN tentu tidak bisa dilewatkan begitu saja. Setelah semalaman tidak bisa tidur karena menimbang-nimbang baik buruknya antara IT Telkom dan STAN, akhirnya saya membuat keputusan untuk meninggalkan IT Telkom untuk pindah ke STAN meskipun di Telkom sendiri saya sudah bayar lunas biaya kuliah selama satu semester dan sewa kosan selama setahun.

Dan saya rasa , keputusan yang saya ambil saat itu adalah tepat, sangat tepat. :)

(Lanjut ke Part 2 ya, udah malem nih. Besok mau Yudisium :D )






Read more

Minggu, 05 Agustus 2012

Batik Solo Trans Saat Pulang PKL


Kali ini saya ingin bercerita tentang pengalaman sewaktu PKL di KPPN Surakarta beberapa waktu yang lalu (11 Juni 2012 s.d. 6 Juni 2012). Eits...jangan salah, yang saya bahas bukan pengalaman kerja di KPPN Surakarta melainkan pengalaman naik sarana transportasi (yang menurut saya) baru di Kota Surakarta yang bernama Batik Solo Trans (BST). Menurut sumber yang saya dapatkan, sebenarnya BST ini sudah ada sejak tahun 2010. Soft launching-nya sendiri dilakukan saat H-10 Lebaran 2010. BST ini konsepnya hampir sama dengan bus transjakarta yang ada di ibu kota.

 

Yap, saya katakan hampir sama karena BST ini punya beberapa perbedaan dengan transjakarta, antara lain ukuran busnya yang jauh lebih kecil, haltenya juga lebih kecil, dan tidak dibutuhkannya jalur khusus (busway) sebagai sarana melintasnya bus ini. 
Jika dilihat dari ukuran dan jalurnya, BST ini lebih mirip dengan transjogja yang ada di Provinsi Yogyakarta. Hal yang menjadi pembeda hanyalah warna cat bus dan konsepnya saja. Jika transjogja berwarna kombinasi hijau dan kuning, BST didominasi warna biru. Selain itu, BST lebih terkonsep dengan ditonjolkannya motif batik pada sebagian badan bus. Bus yang dioperasikan oleh Perum Damri ini sekarang menjadi primadona baru sarana transportasi umum bagi masyarakat Kota Solo karena sangat nyaman dan jauh dari kesan ugal-ugalan seperti bus umum lain. Bus ini mulai beroperasi sejak pagi hari sekitar pukul 05.30 hingga sore hari sekitar pukul 19.00. Sebagai sarana transportasi umum, BST tidak hanya melayani penumpang dalam wilayah Kota Solo saja tetapi juga melayani penumpang hingga ke luar kota seperti Kartasura dan Karanganyar (Palur). Bahkan, BST juga mempunyai jalur hingga ke Bandara Adi Soemarmo untuk memudahkan wisatawan untuk keliling Kota Solo.

Dari segi interior, BST ini sangatlah nyaman jika dibandingkan dengan bus umum lain. Selain ada pendingin ruangan/AC, tempat duduk penumpang pun diatur sedemikian rupa dengan mengutamakan kenyamanan bagi para penumpang. Penumpang BST ini didominasi oleh pegawai dan mahasiswa yang pulang/pergi dari tempat kerja/kampusnya masing-masing, juga ada masyarakat umum yang menggunakan BST untuk sekadar keliling Kota Solo ataupun berwisata belanja di mal-mal yang dilalui BST. Petugas BST sendiri hanyalah terdiri dari 2 orang yaitu supir dan kondektur. Yang menjadi pembeda dengan bus lain, kondektur BST ini adalah seorang wanita muda. Pengguna jasa BST ini kebanyakan wanita, mungkin karena mereka merasa lebih aman dan nyaman jika bepergian menggunakan BST dibandingkan dengan bus umum lain. Penumpang BST ini seakan tidak pernah sepi karena memang  bus ini melintasi pusat keramaian yang ada di Kota Solo seperti Solo Grand Mall, Solo Square, berbagai macam bank dan kantor pemerintah, rumah sakit, serta kampus. Untuk sekali jalan, tiap penumpang dikenai tarif yang sama yaitu 3000 rupiah, kecuali untuk pelajar yang hanya 1500 rupiah. Dengan tarif yang murah dan tidak berbeda jauh dengan tarif bus umum lain, BST mampu bersaing dengan makin banyaknya bus dan angkutan umum yang melintasi Kota Solo.



Selain menyediakan puluhan unit bus BST, pemerintah kota Solo juga membuat beberapa halte untuk menunjang jalannya sarana transportasi ini. Tiap halte dibuat sangat minimalis dengan memanfaatkan taman kota yang ada di pinggir jalan yang tentunya juga menonjolkan unsur kebudayaan Wong Solo yang ditandai dengan penggunaan atap halte yang menyerupai atap rumah tradisional Jawa Tengah. Semua halte BST dibuat seragam dengan ciri khas cat berwarna merah. Jarak tempuh BST yang bisa dibilang sangat jauh yaitu dari Terminal Kartasura ke Terminal Palur atau sebaliknya tentu memakan waktu yang sangat lama. Saya sendiri pulang dari KPPN Surakarta ke Palur menggunakan BST membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Padahal kalau menggunakan sepeda motor hanya memakan waktu tidak lebih dari 20 menit.

Salah satu hal yang menjadi kenangan adalah beberapa kali saat saya PKL di KPPN Surakarta pulang menggunakan BST. Selama PKL di KPPN Surakarta, bisa dibilang saya lebih sering pulang dijemput adik daripada naik BST. Pulang dengan BST bisa dihitung dengan jari, yaitu sekitar 5 sampai 6 kali saja dalam sebulan. Saya naik BST hanya untuk pulang ke rumah, tidak untuk berangkat kerja ke kantor karena takut lama perjalanannya tidak sesuai dengan perhitungan. Kalau biasanya saya berangkat dari rumah pukul 06.30 diantar adik pasti kurang lebih pukul 07.00 sudah sampai kantor. Akan tetapi, naik BST pukul 06.30 belum pasti setengah jam juga sampai ke kantor padahal pukul 07.30 harus sudah masuk kantor.

Biasanya, selesai jam kerja yaitu sekitar pukul 17.00 saya langsung beres-beres tas dan buku yang ada di perpustakaan kantor. Setelah semuanya selesai, saya langsung keluar kantor lewat parkiran pegawai yang ada di samping toilet. Sementara itu, pegawai dan teman-teman kebanyakan sudah bersiap dengan motornya masing-masing untuk pulang, sedangkan beberapa ibu-ibu menunggu dengan setia jemputan suaminya dengan duduk-duduk di depan kantor. Apabila hari itu bukan hari Selasa atau Jumat , saya selalu memakai jaket terlebih dahulu sebelum keluar kantor. Maklum, jika tidak ditutup jaket, seragam putih-hitam saya terlihat seperti seragam office boy Solo Square. Lain ceritanya kalau hari Selasa atau Jumat saat memakai seragam batik. haha....

Untuk menuju halte, kebetulan di seberang jalan kantor ada halte BST. Biasanya saya menyeberang terlebih dahulu lewat jembatan penyeberangan persis seperti yang ada di gambar di atas. Setelah sampai di halte, saya duduk-duduk sejenak sambil menunggu datangnya bus. Biasanya tidak lebih dari 10 menit bus datang. Suasana di dalam bus sangat berbeda dengan di halte yang panas tadi. Dengan adanya AC yang berfungsi dengan baik, saya dapat menikmati perjalanan dari kantor ke Terminal Palur. Perjalanan yang memakan waktu 30 menit tadi melewati beberapa halte yang berada di tempat-tempat keramaian. Dengan hanya membayar 3000 rupiah, saya rasa sangat murah untuk mendapat pelayanan seperti ini. 

Pernah suatu ketika pulang naik BST kebetulan bertemu dengan salah satu ibu-ibu pegawai KPPN Surakarta. Beliau kebetulan mengenali saya sebagai mahasiswa PKL di kantornya sehingga beliau yang berbaik hati membayar karcis BST untuk saya. Sepanjang perjalanan, kami ngobrol basa-basi tentang berbagai hal. Ternyata rumah beliau juga masih sekomplek dengan saya, tepatnya di Perumahan RC. Suatu ketika beliau bercerita tentang anak-anaknya yang telah sukses mendapat pekerjaan di PLN Indramayu dan salah satu BUMN di bidang pertambangan di Palembang. Rupanya beliau hanya tinggal berdua di rumah bersama suaminya yang juga salah seorang guru di SMAN 1 Surakarta. Setelah beberapa saat ngobrol, akhirnya saya sampai juga di Terminal Palur. Karena sudah malam, saya dan ibu tadi memilih turun di samping Palur Plaza yang sedikit lebih ramai. Ternyata ibu tadi sudah dijemput oleh suaminya di sebelah toko buku Sri Agung, sedangkan saya sendiri menunggu dijemput adik selama beberapa menit.



Read more

Rabu, 01 Agustus 2012

Dosen Semester 5

Nama          : Ibu Rini Adiati Ekoputranti
Mata kuliah: Bahasa Indonesia

Beliau adalah dosen terbaik STAN di bidangnya yang juga merupakan pegawai di Pusat Bahasa. Sangat concern terhadap perkembangan tata bahasa di Indonesia terutama penggunaan kata baku sesuai tata bahasa yang baik dan benar. Saya pernah melihat beliau menjadi narasumber di salah satu acara di TVRI. Saat mengajar, beliau sangat sabar tapi terkadang sedikit membosankan sehingga kadang membuat ngantuk. hehehe...

Salah satu pelajaran yang paling saya ingat adalah pengunaan awalan "pe-". Beliau pernah memberikan pertanyaan: Yang benar "pecinta alam" atau "pencinta alam"? Seketika itu juga, teman-teman menyebut "pecinta alam". Padahal menurut belaiau, penggunaan awalan "pe-" yang benar adalah "pencinta alam" karena "pecinta" berarti orang yang "ber-"cinta dengan alam, sedangkan "pencinta" berarti orang yang "men-"cintai alam. Setelah memberikan jawaban itu, salah satu teman saya yang tadinya tertidur pulas tiba-tiba terbangun dan tertawa heboh karena penjelasan dari bu dosen.

Nama          : Bapak M Zahari Hasan
Mata Kuliah: Etika Profesi

Kalau boleh jujur, beliau ini adalah salah satu dosen yang paling ditakuti di kelas kami. Selama kuliah di sini, belum pernah saya menemui dosen seperti Pak Zahari. Beliau ini orangnya tegas, sangat disiplin, dan sedikit perfeksionis. Hanya di mata kuliah ini, semua mahasiswa memakai KTM-nya karena memang beliau menghendaki semua mahasiswa harus memakai tanda pengenal selama proses perkuliahan. 

Yang saya ingat, jadwal kuliah beliau adalah hari Jumat pukul 08.00. Beliau selalu memanggil mahasiswa untuk mengecek kehadirannya, tidak seperti dosen lain yang mempercayakan presensi mahasiswa kepada ketua kelas. Apabila ada mahasiswa yang datang terlambat, beliau pasti langsung menegur dan tak jarang memarahi mahasiswa tersebut jika terlambatnya sudah berulang-ulang. 

Saat ujian pun beliau membuat peraturan yang agak nyeleneh. Kertas ujian tidak boleh kotor, tidak boleh ada coretan, dan jawaban yang dituliskan harus panjang lebar. Pada akhirnya nilai ujian kami sekelas tidaklah memuaskan karena nilai dari mata kuliah ini memang tidak akan pernah maksimal sebagus apapun mengerjakannya. hehehe.....

Nama          : Bapak Heru Cahyono
Mata Kuliah: Evaluasi Proyek

Beliau ini adalah salah satu dosen yang sering terlambat datang saat mengajar. Meskipun cuma mengajar 2 SKS, pelajaran yang diberikan terkesan sangat lama karena sedikit membosankan. Beliau juga pernah menyinggung tentang tidak adanya komunikasi yang baik saat perkuliahan di kelas kami. Pada akhirnya, kami mampu melewati mata kuliah yang paling menyulitkan di semester 5 dengan cukup baik meskipun sambil "berdarah-darah"

Nama           : Bapak Herry Triatmoko
Mata Kuliah: Pengadaan Barang Jasa

Beliau adalah salah satu dosen terbaik di semester 5. Meskipun sering ada acara keluar kota yang mengakibatkan jadwal kuliah berubah, saya rasa beliau cukup bertanggung jawab atas kesuksesan mahasiswanya dalam memahami mata kuliah ini. Pengadaan Barang Jasa (PBJ) merupakan mata kuliah yang paling ribet di semester 5 karena selain diharuskan memahami 10 bab materi pengadaan barang jasa, kami juga diwajibkan mengikuti sertifikasi PBJ yang diadakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) pada akhir semester genap. 

Bagi saya sendiri, beliau bukan orang baru karena sudah pernah mengajar saya dulu waktu semester 3 mata kuliah perimbangan keuangan. Karakternya yang sedikit perfeksionis dan susah memberi nilai bagus di semester 4 sepertinya tidak begitu terlihat di semester 5 karena di awal semester 5 tersebut beliau sudah membuat ketentuan bagi siapa saja yang lulus sertifikasi PBJ, nilai UAS langsung mendapat A. Tentu hal ini menjadi motivasi sendiri buat mahasiswa untuk belajar supaya lulus sertifikasi sekaligus mendapat nilai UAS A (itung-itung buat menutupi nilai mata kuliah etika profesi yang hampir pasti dipukul rata bawah).

Akhirnya setelah sekian lama bergelut dengan pengadaan barang jasa, tes sertifikasi benar-benar dilaksanakan. Dengan segala kemampuan yang dikerahkan, alhamdulillah lebih dari 70% mahasiswa  kebendaharaan negara (termasuk penulis) lulus ujian sertifikasi ini. Akan tetapi, yang masih menjadi pertanyaan bagi saya adalah apa benar mahasiswa yang lulus sertifikasi dapat nilai A karena Pak Herry menjanjikan nilai A bagi mahasiswa yang lulus jika hasil sertifikasi keluar sebelum penyerahan nilai ke sekretariat. Padahal pengumuman dari LKPP dilakukan hanya beberapa hari setelah batas maksimal penyerahan nilai ke sekretariat. Tapi, tak terlalu jadi masalah, yang penting kami semua mendapat IP yang cukup baik di semester 5.

Nama          : Bapak Hery Waloeyo 
Mata Kuliah: Pengelolaan BMN

Sebagai dosen senior di STAN, tentu beliau punya banyak pengalaman mengajar. Selain mengajar mahasiswa STAN, beliau juga sering diundang untuk menjadi narasumber di berbagai acara yang diadakan oleh instansi pemerintah terutama yang berkaitan dengan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN). Beliau ini juga merupakan salah satu dosen yang paling disiplin saat perkuliahan. Jarang sekali terlambat, mengajarnya pun 3 SKS full hampir tepat 3x45 menit.

Untuk cara mengajarnya sendiri, menurut saya sedikit membosankan karena hanya terpaku pada slide-slide yang telah dibuat oleh beliau. Jadi, suasana perkuliahan menjadi kurang hidup dan mengakibatkan mahasiswa bosan yang kemudian mengantuk. Kata-kata yang selalu saya ingat ketika beliau mengajar adalah "Apakah ada pertanyaan?" yang selalu diulang-ulang. Begitu beliau mengucapkan kalimat itu, seperti tak ada respon dari kami dan akhirnya beliau melanjutkan materi sampai jam perkuliahan selesai.

Salah satu hal yang berkesan bagi saya dari beliau adalah kebaikan beliau memberikan voucher makan sebesar 10.000 rupiah bagi kami di warung makan beliau yang baru berdiri, tepatnya di kantin plasa mahasiswa. Beliau melakukan ini sebagai cara promosi warung makannya. Selama promo tadi warung makan beliau memang ramai dikunjungi mahasiswa untuk menukarkan voucher makan. Akan tetapi, beberapa hari kemudian kembali sepi karena jarang ada yang makan di sana, terkendala harga yang cukup mahal bagi kantong mahasiswa. Tapi apapun itu, teima kasih pak traktirannya. hehe...

Read more

The Unforgetable Saturday



Lama sekali rasanya saya tidak lagi menulis di blog ini. Kalo boleh jujur, inilah salah satu kelemahan saya, yap...konsistensi. Sepertinya masih belum bisa konsisten bung. haha.........

Hari ini, Minggu, tepat berada di awal bulan April. Kegiatan saya di kosan seharian ini (sampai pukul 16.45) masih sama seperti hari-hari biasanya di kosan. Malam minggu kemarin semalaman nonton pertandingan liga inggris aston villa vs chelsea di TV dari jam 9 malam hingga tertidur di tengah-tengah acara uji nyali (masih) dunia lain trans 7. Terbangun sekitar jam 6 pagi langsung salat subuh. Setelah gosok gigi dan cuci muka, pukul setengah 8 pagi (seperti biasa) saya beli sarapan bubur ayam di belakang kosan, tepatnya di dekat taman ponjay. Sampai di kosan, makan sambil nonton TV.

Beberapa saat kemudian saya putuskan untuk mengerjakan sesuatu yang sering saya tunda yaitu bersih-bersih kosan. Saya sendiri sudah membuat ketetapan, minimal tiap hari Minggu harus bersih-bersih kamar mulai dari menyapu, mengepel, merapikan tempat tidur, dll. Setelah semuanya beres, saya malah bingung mau melakukan apa lagi. Pengen nonton FESBUDNUS tapi tiketnya kemahalan (15 ribu, padahal taun kemarin 2 ribu), dan akhirnya tidak jadi berangkat (dan untungnya tidak ada yang mengajak saya ke sana). Alhamdulillah sore hari ini mendung, tak lama kemudian turun hujan deras. Lumayan lah mendinginkan suasana yang sedang panas. Hehe...

Di kosan, begitu weekend saya hampir selalu teringat kegiatan rutin saya sewaktu masih di rumah. Seakan-akan ingatan saya kembali ke masa-masa SMA, tepatnya kelas 3 SMA saat sibuk-sibuknya kegiatan akademis. Jika diceritakan secara lengkap akan sangat panjang dan saya pun tidak yakin bisa mengingat semua kegiatan dengan baik.

Okee...mari coba saya ingat lagi.

SABTU

  • 05.00-05.45         bangun pagi, salat subuh, mandi, sarapan
  • 05.45-06.00         berangkat ke sekolah
  • 06.00-06.15         sampai di sekolah
  • 07.00-09.15         pelajaran sesi 1 (3 SKS)
  • 09.15-09.30         istirahat
  • 09.30-11.45         pelajaran sesi 2 (3 SKS)
  • 11.45-12.00         istirahat
  • 12.00-13.30         pelajaran sesi 3 (2 SKS)
  • 13.30-14.00         pulang sekolah, menuju ke tempat les PRIMAGAMA depan UNS
  • 14.00-14.30         sampai di PRIMAGAMA, salat duhur, cuci muka
  • 14.30-16.00         belajar (les)
  • 16.00-16.30         les selesai, pulang ke rumah, sampai di rumah
  • 16.30-17.30         salat ashar, makan, nonton liga indonesia, santai-santai sama keluarga
  • 17.30-18.30         mandi, salat maghrib, kumpul keluarga di ruang tengah, nonton TV
  • 18.30-21.00         nonton liga inggris, makan malam, ngobrol sama ibu n adek
  • 21.00-23.00         main PS sendirian di kamar belakang, adek malam mingguan, ibu tidur
  • 23.00-xx.xx          tidur di ruang tengah

Sewaktu SMA, hidup saya bisa dibilang sangat teratur. Bangun pagi hampir selalu jam 5, setelah itu salat subuh, mandi, dan sarapan. Kadangkala bangunin adek yang pukul 05.30 seringkali belum bangun tidur. Berangkat sekolah pagi-pagi sekitar pukul 06.00 untuk menghindari jalanan yang makin ramai dan berbahaya. Sementara itu, adek saya berangkat sendiri dengan motor mio-nya (mungkin) sekitar pukul 06.15. Perjalanan dari rumah ke sekolah hanya memakan waktu paling lama 15 menit. Karena masih pagi dan jalanan masi lengang, seringkali saya sengaja kendarai motor saya dengan kecepatan minimum sambil menikmati segarnya udara pagi kota Solo.

Jalur yang saya pilih ke sekolah pun selalu sama yaitu lewat palur-jembatan bengawan solo-sekarpace-jebres-panggung-ringin semar-proliman ngemplak belok kanan-lewat jembatan ngemplak-SMA 5-parkiran selatan kelas 3. 

Sampai di sekolah sekitar pukul 06.15 dan biasanya masih sepi, paling-paling hanya ada beberapa motor saja yang sudah terparkir. Bahkan tidak jarang, motor saya jadi penghuni pertama di parkiran itu. Padahal menurut beberapa cerita yang saya dengar, parkiran motor bagian selatan yang khusus untuk kelas 3 lumayan menyeramkan. Hmmm.....memang kadang bulu kuduk berdiri kalau pagi-pagi sendirian di tempat itu. Oh iya, tempat parkir favorit saya yaitu parkiran bagian tengah yang menghadap ke deretan kelas 3 (menghadap utara) dan dekat tiang penyangga atap parkiran supaya dapat ruang yang lebih luas. Hehe..

Sesampainya di kelas pun masih sepi. Belum banyak orang yang datang. Baru sekitar pukul 06.45 teman-teman mulai berdatangan dan kelas pun berubah menjadi ramai. Bel masuk sekolah berbunyi sekitar pukul 07.00. Nah, sambil mengisi waktu luang sebelum guru masuk ke kelas, kebiasaan yang kami lakukan adalah ngobrol segala macam hal mulai dari pelajaran, pertandingan sepak bola semalam, bahkan juga perkembangan film naruto yang kala itu masih sangat populer. 

Menurut saya pribadi, hari Sabtu adalah hari masuk sekolah yang paling menyenangkan dibandingkan 5 hari lainnya karena mata pelajarannya yang tidak terlalu berat dan terkesan santai. Sabtu pagi dibuka dengan mata pelajaran matematika yang disampaikan oleh Bapak Yusmar S Budi (sekarang kepala sekolah SMA N 6). Mata pelajaran ini bisa dibilang mata pelajaran paling menyebalkan di hari Sabtu karena cara mengajarnya yang kurang menarik, terlalu serius, dan terkadang suka memarahi siswa yang tidak memperhatikan atau tidak bisa mengerjakan soal di papan tulis.  hehe...

Setelah 2 SKS mata pelajaran matematika, pelajaran berikutnya (kalo tidak salah) matematika lagi tapi dengan guru yang berbeda, yaitu sang ibu wali kelas, Ibu Sri Rahayu (Bu Yayuk). Berbeda 180 derajat dengan Pak Yusmar, pelajaran matematika yang diberikan Bu Yayuk jauh lebih menarik karena beliau penyabar dan pengertian terhadap siswanya. Terkadang malah mata pelajaran matematika yang seharusnya disampaikan malah diganti dengan acara konsultasi antara siswa yang sedang galau ujian nasional dengan wali kelasnya. Sayangnya mata pelajaran ini di hari Sabtu hanya 1 SKS menjelang istirahat.

Waktu SMA dulu istirahat pukul 09.15 setelah pelajaran 3 SKS sesi pertama. Kebiasaan saya saat istirahat pertama ini paling-paling cuma ke toilet, ngobrol dengan teman-teman di depan kelas, atau terkadang ke kantin beli cemilan. Karena waktu istirahat hanya 15 menit, kami tidak bisa berlama-lama santai. Pukul 09.30 tepat bel berbunyi tanda masuk pelajaran lagi. Pelajaran hari Sabtu setelah istirahat pertama adalah bahasa inggris 2 SKS kemudian dilanjutkan dengan bimbingan konseling 1 SKS. Kami sangat menikmati pelajaran setelah istirahat pertama karena sangat santai dan menyenangkan. Ibu guru bahasa inggris kami waktu itu sangatlah sabar dalam memberikan materi pelajaran. Cara memberikan penjelasan pun juga sangat bagus. Untuk mata pelajaran bimbingan konseling isinya cuma konsultasi-konsultasi tentang keluhan selama sekolah, masalah mendapatkan universitas yang sesuai, dan lain-lain.

Begitu mata pelajaran selesai, bel pun berbunyi 2 kali tanda istirahat kedua. Pada saat inilah saya sering pergi ke kantin membeli minuman. Minuman favorit saya adalah es coffee mix. Nikmat sekali menengguk segelas es kopi di tengah cuaca yang panas sekaligus menghilangkan rasa kantuk sebelum menghadapi mata pelajaran Bahasa Indonesia setalah istirahat kedua usai.

Setelah 15 menit istirahat kedua, kami masuk kelas lagi untuk menjalani pelajaran sesi terakhir yaitu bahasa indonesia (2 SKS) yang disampaikan oleh Bapak Sudarto. Beliau ini tergolong salah satu guru paling senior di SMA N 5. Meskipun sudah berumur, semangatnya masih terlihat muda. Salah satu yang paling diingat dari beliau adalah kebiasaan beliau yang selalu menyampaikan pelajaran tentang sastra. Hal yang sering diulang terutama masalah puisi, pantun, dan sejenisnya. Beliau juga terkadang memberikan joke-joke yang membuat kami "bangun dari tidur". Maklum, pelajaran terakhir biasanya sudah capek dan konsentrasi beralih ke jam dinding di depan kelas, menunggu jarum jam menunjukan pukul 13.30. Hehehe...

Tett...tett....tetttt....
3 kali bunyi bel pertanda pulang. Teman-teman yang tadinya terkantuk-kantuk di belakang, seketika membereskan tasnya sambil menguap. Seketika iu juga, kami langsung keluar dari kelas dengan wajah ceria karena Sabtu merupakan hari terbaik bagi kami. Mungkin di benak teman-teman, mereka bisa melepas penat setelah seminggu berkecimpung dengan kegiatan sekolah yang membosankan. Yah, sabtu malam dan hari minggu memang saat yang pas untuk bersantai. Kegiatan setelah pulang sekolah yang dilakukan oleh teman-teman sekelas sangat beragam. Ada yang nongkrong dulu di warung burjo depan sekolah, pergi ke  masjid sekolah untuk menunaikan salat dan membicarakan hal-hal keagamaan, langsung pulang ke rumah, atau pergi les seperti yang saya lakukan. Konsekuensi sebagai siswa kelas 3 (menurut saya) adalah mempersiapkan ujian nasional sebaik mungkin. Oleh karena itu, dari awal tahun ajaran baru, saya memang sudah merencanakan ikut les supaya waktu-waktu luang saya tidak terbuang percuma.

Setelah bel tanda pulang sekolah berbunyi, biasanya saya langsung bergegas ke parkiran untuk mengambil motor dan memacunya ke arah sekarpace, tepatnya tempat bimbel Primagama yang ada di depan kampus UNS. Perjalanan dari sekolah ke tempat bimbel biasanya memakan waktu sekitar 15 menit. Maklum, sambil menikmati perjalanan (hehehe....). Setelah memarkirkan motor di depan tempat bimbel, saya langsung bergegas menuju ke kamar mandi untuk cuci muka dan mengambil wudhu untuk salah duhur. Setelah selesai salat, sekitar pukul 14.15, saya naik ke lantai 2 menuju ke ruangan tempat bimbel kelas 3 SMA. Peserta bimbel di sana merupakan siswa-siswa dari berbagai SMA di Solo dan sekitarnya. Pukul 14.30 tepat, bimbel pun dimulai. Mata pelajaran yang diajarkan tidak jauh-jauh dari mata pelajaran ujian nasional seperti Kimia, Fisika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika, dll. Terkadang bosan juga mengikuti bimbel seperti ini, apalagi kalau pengajarnya kurang komunikatif.

Selesai bimbel sekitar pukul 16.15, saya langsung turun ke lantai 1 untuk mengambil motor lalu pulang sambil menahan rasa lapar karena siang tadi memang belum makan. Perjalanan pulang ke rumah tidak memakan waktu yag lama, cukup 10 menit. Suasanya perjalanan pulang ke rumah selalu saya rindukan karena pada jam-jam itu jalanan cukup ramai oleh pekerja-pekerja pabrik yang juga selesai melaksanakan kewajibannya mencari nafkah untuk keluarga dan juga pada jam-jam tersebut sinar matahari sangat indah menyinari sepanjang perjalanan di perbatasan solo-karanganyar. Tidak butuh waktu lama, akhirnya saya sampai juga di rumah. Setibanya di rumah sekitar pukul 16.30, saya langsung mengambil wudhu untuk salat ashar. Setelah selesai salat, ibu mengambilkan makan yang telah dimasaknya pagi tadi. Masakan ibu memang paling nikmat. Kebiasaan saya adalah makan sambil nonton pertandingan liga indonesia. Setelah selesai makan, saya istirahat sejenak hingga pukul 18.00 mandi.

Kegiatan malam minggu selalu di rumah. Berbeda dengan adik saya yang biasanya main ke luar bersama teman-teman entah itu nge-band, main kartu, atau hal-hal lain. Sementara itu, kegiatan malam minggu selalu saya isi dengan menonton pertandingan sepakbola baik liga indonesia maupun liga inggris. Pukul 20.00 biasanya ibu sudah tidur di kamarnya. Saya masih setia nonton pertandingan bola sampai pertandingan terakhir pukul 23.00 sambil menunggu adik pulang. Akan tetapi, saya lebih sering tertidur saat nonton pertandingan bola. hehe...

Yap...itulah kegiatan saya di hari Sabtu yang sangat dirindukan. Jika waktu bisa diputar, ingin sekali rasanya kembali ke masa-masa itu, tetapi sepertinya memang tidak mungkin. Biarlah itu menjadi kenangan yang kelak akan selalu saya ingat :D


























Read more

Minggu, 05 Februari 2012

yes!!! JUARA............ 3


Wah maaf nih, saya kelupaan ga update info tentang FUSION (Futsal in Action). hahaha...
Yap, berikut ini beberapa dokumentasi yang bisa diabadikan sebagai momen-momen bersejarah bagi kelas kami. #lebay

Setelah kalah telak 3-8 di semifinal dari kelas 3F, akhirnya kelas kami hanya memperebutkan sisa gelar demi harga diri sebagai perwakilan tingkat 3. Di pertandingan perebutan juara 3, kami menghadapi lawan dari tingkat 2 yang sebelumnya kalah dari kelas 3C. Pertandingan itu sepi penonton. Maklum lah suasana pagi itu mendung dan disertai hujan rintik-rintik sejak pagi. Menurut jadwal yang dirilis panitia, pertandingan perebutan juara 3 akan dilangsungkan pada pukul 10 pagi. 

Saat itu sebenarnya saya malas datang ke Diamond Futsal. Selain karena jaraknya yang jauh dari kosan, minggu pagi itu cuaca juga tidak mendukung. Setelah memutuskan untuk tidak nonton, tiba-tiba ada sms dari teman sekelas yang intinya menyuruh semua anggota kelas datang ke TKP sebelum pukul 10 pagi. Mmmm...mau tidak mau akhirnya saya jalan juga ke tempat futsal daerah Ceger ini. Seperti yang sudah diduga, penonton dari kelas kami tidak banyak yang datang. Untung anggota tim semuanya datang sehingga bisa main full team. 


Waktu menunjukkan pukul 10.00, wasit meniupkan peluit tanda kedua tim harus melakukan pemanasan setidaknya selama 10 menit. Dari sini, tanda-tanda kemenangan tim kami sudah terlihat. Tim lawan sepertinya memang nothing to lose, tidak terlalu ngotot mengejar juara 3. 
Setelah pemansan, pertandingan pun segera dibuka dengan saling bersalaman antarpemain maupun wasit. 

Prittt....kick off dimulai. Permainan tim kami terlihat berbeda jika dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya yang cenderung bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik. Kali ini permainan kami lebih menyerang terutama saat menit-menit awal. Gebrakan yang tentunya membuat kaget tim lawan. Belum ada 5 menit pertandingan berjalan, gol sudah tercipta dari kelas kami. 1-0!!

Tim lawan tidak mampu memberikan perlawanan yang berarti. Mereka hanya mampu melakukan serangan dengan tendangan-tendangan jarak jauh yang tidak akurat, terkesan hanya membuang-buang bola. Tidak lama kemudian, tim kami mampu menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Keadaan ini membuat lawan sulit untuk mengejar ketertinggalan. 

Di awal babak kedua, kami sempat kena hukuman penalti karena melakukan pelanggaran di area terlarang. Penalti pun ditendang ke arah pojok kanan gawang dan.....untung saja, kiper bisa menangkap penalti tadi sekaligus mempertahankan keunggulan 2-0. Keadaan ini makin menyulitkan tim lawan. Permainan kami yang cukup bagus dengan umpan-umpan pendek dan rotasi pemain yang pas, membuat lawan frustasi. Beberapa menit mejelang akhir pertandingan, kami mampu menambah keunggulan jadi 3-0 sekaligus mengamankan gelar juara 3. 

Prit..prit...prit.......
Pertandingan pun berakhir. Kami semua bersorak kegirangan meskipun hanya mendapatkan gelar juara 3 tapi tak apa lah, ini bisa jadi pelipur lara karena gagal ke final.


Sebagai juara 3, kami mendapat uang "pembinaan" sebesar Rp200.000,00. Kalau dihitung-hitung uang ini impas dengan biaya pendaftaran Rp175.000,00 dan denda karena kartu kuning yang totalnya senilai Rp25.000,00. Hahaha...



Tak apa lah tidak dapat keuntungan secara ekonomis. Yang terpenting adalah kekompakan dan kerja sama yang terjalin selama kompetisi ini berjalan. Itu nilainya tidak bisa dihitung dengan uang bung..... :D

GLORY...GLORY...3A KBN




Read more

Kamis, 02 Februari 2012

UAS SEMESTER 5??? ENJOY THE GAME

HHUUUUFFFF.....capek sekali hari ini. 


Seperti biasa, kuliah sangat padat dan melelahkan di detik-detik terakhir menjelang ujian. Jika dianalogikan seperti bursa transfer pemain sepakbola Liga Eropa yang baru rame pada saat-saat terakhir menjelang penutupan bursa transfer pemain baik itu musim panas maupun musim dingin. 


Jelas situasi seperti ini sangat tidak menguntungkan bagi kami yang seharusnya seminggu menjelang ujian sudah mempersiapkan diri dengan matang, terutama menjaga kesehatan. Tapi...yah seperti inilah keadaannya. Kita ikuti rule-nya saja.


Bisa dibilang, UAS kali ini akan jadi UAS yang benar-benar ujian terakhir bagi kami karena di semester depan ujian (UTS/UAS) suasananya akan lain. Yap...lain karena semester depan hanya ada 3 mata kuliah (+ 1 PKL). Ujian pun cuma 3 hari, rasanya seperti try out aja -__-. Untuk UAS semester ini bisa dibilang sedikit berbeda dengan UAS (maupun UTS) semester-semester sebelumnya. Jika sedikit kita analisa, (menurut saya) setidaknya ada beberapa kelemahan dan kelebihan UAS semester ini jika dibandingkan dengan ujian-ujian sebelumnya.


Kita mulai dulu dari kelemahannya:

  • Mata kuliah terlalu santai sehingga terkesan sedikit meremehkan.
  • Ada 1 dosen yang memang sangat menyebalkan di semester ini, susah dapat nilai bagus.
  • Kondisi kesehatan tak menentu.
  • Masih saja inkonsisten dengan rencana yang sudah dibuat.
  • Gampang bosan saat belajar.
  • Ada ujian tambahan untuk mendapatkan sertifikasi pengadaan barang jasa yang diadakan beberapa hari setelah UAS yang membuat fokus belajar jadi terpecah ke sertifikasi.
  • Selain ujian sertifikasi barang jasa, rencananya juga akan diadakan kunjungan ke DJPB (Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara) di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat pada tanggal 20 Februari nanti. Poin keempat inilah yang paling mengganggu, tidak mengikuti tradisi liburan yang biasanya sehari setelah ujian terakhir sudah bisa pulang. Hal ini sekaligus memangkas waktu liburan kami yang seharusnya bisa 3 minggu lebih menjadi "hanya" sekitar 2 minggu. Hmmm..kalau dipiki-pikir, tak apa lah liburannya mundur, sudah tingkat 3 ini.

Kelebihan :
  • Sudah tidak ada materi hitung menghitung yang selalu menjadi momok di semester sebelumnya.
  • Nilai UTS yang boleh dibilang cukup aman, modal yang bagus nih.
  • Motivasi untuk "berperang" sudah cukup bagus.
  • Modal pengalaman ujian selama 4,5 semester dianggap sudah tidak akan gugup saat ujian, masalah mental? (seharusnya) aman
  • Tidak ada lagi psytrap yang sangat menyebalkan.
  • Pemetaan materi sudah cukup bagus

Kelemahan ternyata masih sangat banyak. Beberapa hari menjelang ujian ini saya akan coba selesaikan satu persatu terutama masalah kesehatan dan inkonsistensi. Masalah IPK, tidak usah terlalu ngotot lah. Yang terpenting sekarang kerja keras dulu sambil berdoa dan berharap bisa dapat nilai yang memuaskan.

Yahhh....semoga saya bisa menjadikan kelemahan sebagai bahan evaluasi dan pastikan kelebihan bisa diandalkan menjadi modal berharga untuk melangkah pasti di UAS SEMESTER 5 ini.

GO....GO...GO....
LULUS HARGA MATI BUNG!!!

UAS SEMESTER 5??? ENJOY THE GAME
Read more

Selasa, 31 Januari 2012

Cerita Pagi dari I202

Suasana perkuliahan pukul 08.25, masih sepi padahal pukul 08.30 jadwalnya kuliah evaluasi proyek. -__-


Tempat duduk favorit (ketiga dari depan, kedua dari sisi gelap alias tembok)

 Air mancur sehabis ujan dilihat dari I202 meskipun ga terlalu eksotis 


Sempet-sempetnya foto Perpres 54/2010 (itu bukan saya yg ambil foto). hahaha.... 


(Sayangnya) baru 3 tahun gedung ini didirikan, sudah ada kerusakan di sana-sini


Read more

Rabu, 25 Januari 2012

Materi Kuliah -- SAKTI




Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) adalah aplikasi yang dibangun guna mendukung implementasi Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN). Saat ini aplikasi tersebut sedang dalam proses pengembangan. Direncanakan akhir tahun 2011, aplikasi tersebut telah selesai dibangun dan diujicobakan. 
SAKTI adalah gabungan dari beberapa aplikasi yang telah digunakan pada tingkat satker saat ini. Selain menggabungkan beberapa aplikasi yang dahulunya terpisah-pisah juga mengadopsi proses bisnis yang baru sesuai dengan proses bisnis yang dianut oleh SPAN. 
Berikut beberapa modul yang ada di SAKTI :
(1) Modul Penganggaran,
(2) Modul Komitmen,
(3) Modul Pembayaran,
(4) Modul Bendahara,
(5) Modul Persediaan,
(6) Modul Aset Tetap,
(7) Modul Pelaporan,  dan
(8) Modul Administrator.
Modul-modul tersebut mengakses satu database bersama sehingga tidak lagi terjadi duplikasi data seperti pada aplikasi sekarang.
Mengingat SAKTI nanti akan mengadopsi proses bisnis yang dianut oleh SPAN, interaksi antara satker dan KPPN akan meningkat. Untuk mengakomodasi peningkatan interaksi tersebut, akan disediakan jembatan komunikasi antara satker dan KPPN berupa Portal SPAN dan SMS Gateway. Fasilitas ini dapat digunakan satker untuk menyampaikan data maupun menerima informasi dari SPAN. Sehubungan dengan pola komunikasi tidak langsung ini, maka proses pengecekan atas keabsahan suatu dokumen akan dikerjakan oleh sistem.
 Rekan-rekan di Front Office (FO) KPPN tidak perlu lagi melakukan pengecekan manual terhadap keaslian suatu tanda tangan pejabat. Tanda tangan tersebut akan digantikan dengan penggunaan PIN Pejabat yang hanya diketahui oleh pejabat yang bersangkutan. Oleh karena itu tanggung jawab dan risiko atas penyalahgunaan PIN menjadi tanggung jawab pejabat dimaksud.
Hal lain yang berbeda dari aplikasi satker yang ada sekarang adalah dari sisi pengguna (user). Penggoperasian SAKTI akan banyak melibatkan pengguna dengan kewenangan yang berbeda-beda, mulai dari pengguna sebagai KPA, Bendahara, PPK, PPSPM, dan operator masing-masing modul. ADK suatu modul tidak akan terbentuk bilamana semua pengguna yang berwenang belum terlibat dan melakukan persetujuan terhadap suatu proses yang dikerjakan.
Untuk merintis aplikasi yang benar-benar terintegrasi secara nasional, satker lingkup DJPBN(Kantor Pusat, Kanwil, dan KPPN) akan menggunakan SAKTI Online. Pengguna  (client) SAKTI Online adalah seluruh unit DJPBN yang tersebar di seluruh Indonesia, sementara database SAKTI terpusat di Jakarta. Bagi SATKER lain di luar DJPBN, koneksi antara client dan database SAKTI akan dihubungkan dengan LAN dalam lingkup kantornya. Untuk SATKER kecil dan benar-benar minim fasilitas, penggunaan SAKTI cukup dengan satu unit komputer (standalone), client dandatabase  berada di dalam komputer tersebut.

Perbedaan SAKTI dengan aplikasi Satker sebelumnya
v Menggunakan satu database terpusat
v Memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi dengan adanya proses enkripsi/dekripsi Arsip Data Komputer (ADK).
v Dapat di-install di beberapa operating system (misal: Windows, Linux).
v Lebih mudah digunakan (user friendly).
v Dapat dijalankan dalam spesifikasi PC/Laptop yang minimum.
v Kinerja aplikasi yang lebih konsisten.

Hubungan SAKTI dan SPAN
Interkoneksi antara SPAN dan SAKTI akan terjadi secara intensif, karena akan terjadi pertukaran data secara berkala antara SAKTI dan SPAN. Untuk mengakomodasi interkoneksi tersebut, akan disediakan beberapa jembatan komunikasi antara Satker dan KPPN untuk menyampaikan dan menerima data dari SPAN, sehingga dapat terjadi pertukaran data secara berkala yang tidak memberatkan satker. Berikut adalah beberapa jembatan komunikasi antara SAKTI dan SPAN:

1.    Portal SPAN
Merupakan sarana interkoneksi SPAN dan SAKTI yang utama. Satker tidak perlu secara langsung datang ke KPPN untuk menyampaikan ADK ke SPAN. Sebaliknya, penerimaan data dari SPAN juga akan dilakukan melalui Portal SPAN sehingga satker tidak perlu lagi datang ke KPPN. Portal SPAN juga digunakan untuk melakukan validasi atas ADK yang dikirimkan oleh satker. Validasi merupakan tanda bukti bahwa ADK berasal dari satker yang benar dan telah diketahui dan disetujui oleh pejabat yang berwenang.

2.  SMS SPAN
Sarana yang disediakan untuk satker dalam memonitor status pengiriman ADK. Satker cukup mengirimkan SMS dengan format tertentu ke SPAN-SMS Service, untuk mengetahui status data keuangannya. Untuk mendukung komunikasi tersebut (Portal SPAN dan SMS SPAN), pengecekan atas keabsahan suatu dokumen akan dilakukan oleh sistem sehingga rekan-rekan Front Office (FO) KPPN tidak perlu lagi melakukan pengecekan menual terhadap keaslian suatu tanda tangan pejabat. Tanda tangan akan digantikan oleh Personal Identification Number (PIN) yang hanya diketahui oleh pejabat yang bersangkutan sehingga tanggung jawab dan penyalahgunaan PIN menjadi tanggung jawab pejabat yang bersangkutan.

3.    Manual
Bagi Satker yang tidak memiliki jaringan internet, jembatan komunikasi antara SPAN dan SAKTI menggunakan sarana manual seperti yang saat ini dilakukan, yaitu datang ke KPPN untuk menyampaikan ADK. Front Office (FO) KPPN, akan membantu Satker melakukan upload ADK Satker tersebut atau Satker menggunakan sarana internet yang disediakan KPPN untuk meng-upload sendiri ADK mereka.

Keamanan data SAKTI
Untuk menjamin keamanan data, semua data yang dipertukarkan dalam interkoneksi antara SAKTI dan SPAN harus memenuhi syarat keamanan data sebagai berikut:

a.    Kerahasiaan data
ADK yang keluar dari SAKTI akan dienkripsi untuk menjamin ADK hanya dapat dibaca oleh pihak pengirim dan penerima pesan. Selain itu dilakukan pula pembatasan akses ke Portal SPAN melalui  registrasi user  sehingga hanya orang yang terdaftar saja yang dapat melakukan pengiriman dan pengambilan data.

b.   Integritas data
ADK SAKTI akan menggunakan pengamanan berupa hash code  untuk masing-masing data sehingga isi dan jumlah data yang disampaikan tidak akan berubah selama proses perpindahan data.

c.    Keaslian data
Setiap ADK akan dijamin keasliannya menggunakan PIN. Penggunaan PIN memastikan bahwa ADK telah diketahui dan disetujui oleh pejabat yang berwenang.
Sumber:

Read more