Seperti biasa, kuliah sangat padat dan melelahkan di detik-detik terakhir menjelang ujian. Jika dianalogikan seperti bursa transfer pemain sepakbola Liga Eropa yang baru rame pada saat-saat terakhir menjelang penutupan bursa transfer pemain baik itu musim panas maupun musim dingin.
Jelas situasi seperti ini sangat tidak menguntungkan bagi kami yang seharusnya seminggu menjelang ujian sudah mempersiapkan diri dengan matang, terutama menjaga kesehatan. Tapi...yah seperti inilah keadaannya. Kita ikuti rule-nya saja.
Bisa dibilang, UAS kali ini akan jadi UAS yang benar-benar ujian terakhir bagi kami karena di semester depan ujian (UTS/UAS) suasananya akan lain. Yap...lain karena semester depan hanya ada 3 mata kuliah (+ 1 PKL). Ujian pun cuma 3 hari, rasanya seperti try out aja -__-. Untuk UAS semester ini bisa dibilang sedikit berbeda dengan UAS (maupun UTS) semester-semester sebelumnya. Jika sedikit kita analisa, (menurut saya) setidaknya ada beberapa kelemahan dan kelebihan UAS semester ini jika dibandingkan dengan ujian-ujian sebelumnya.
Kita mulai dulu dari kelemahannya:
- Mata kuliah terlalu santai sehingga terkesan sedikit meremehkan.
- Ada 1 dosen yang memang sangat menyebalkan di semester ini, susah dapat nilai bagus.
- Kondisi kesehatan tak menentu.
- Masih saja inkonsisten dengan rencana yang sudah dibuat.
- Gampang bosan saat belajar.
- Ada ujian tambahan untuk mendapatkan sertifikasi pengadaan barang jasa yang diadakan beberapa hari setelah UAS yang membuat fokus belajar jadi terpecah ke sertifikasi.
- Selain ujian sertifikasi barang jasa, rencananya juga akan diadakan kunjungan ke DJPB (Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara) di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat pada tanggal 20 Februari nanti. Poin keempat inilah yang paling mengganggu, tidak mengikuti tradisi liburan yang biasanya sehari setelah ujian terakhir sudah bisa pulang. Hal ini sekaligus memangkas waktu liburan kami yang seharusnya bisa 3 minggu lebih menjadi "hanya" sekitar 2 minggu. Hmmm..kalau dipiki-pikir, tak apa lah liburannya mundur, sudah tingkat 3 ini.
Kelebihan :
- Sudah tidak ada materi hitung menghitung yang selalu menjadi momok di semester sebelumnya.
- Nilai UTS yang boleh dibilang cukup aman, modal yang bagus nih.
- Motivasi untuk "berperang" sudah cukup bagus.
- Modal pengalaman ujian selama 4,5 semester dianggap sudah tidak akan gugup saat ujian, masalah mental? (seharusnya) aman
- Tidak ada lagi psytrap yang sangat menyebalkan.
- Pemetaan materi sudah cukup bagus
Kelemahan ternyata masih sangat banyak. Beberapa hari menjelang ujian ini saya akan coba selesaikan satu persatu terutama masalah kesehatan dan inkonsistensi. Masalah IPK, tidak usah terlalu ngotot lah. Yang terpenting sekarang kerja keras dulu sambil berdoa dan berharap bisa dapat nilai yang memuaskan.
Yahhh....semoga saya bisa menjadikan kelemahan sebagai bahan evaluasi dan pastikan kelebihan bisa diandalkan menjadi modal berharga untuk melangkah pasti di UAS SEMESTER 5 ini.
GO....GO...GO....
LULUS HARGA MATI BUNG!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar