Sementara itu, "SI ONO" adalah liontin perlengkapan wisuda. Hampir sama dengan "SI INI", tapi kalungnya berwarna ungu-kuning dengan sebuah medali berlogo STAN di ujungnya. Berbeda dengan "SI INI" yang didapat 3 tahun yang lalu dan dipakai selama kuliah di sini, "SI ONO" baru saja didapat minggu lalu saat mengambil perlengkapan wisuda di gedung I dan hanya digunakan sekali, yaitu saat wisuda nanti. Akan tetapi, "perjuangan" untuk mendapatkan "SI ONO" pun tidak bisa dibilang enteng. Saya (dan teman-teman seperjuangan) harus menimba ilmu di sini selama 3 tahun, 6 semester, 6 kali UTS, 6 kali UAS, dan sekali PKL dengan segala suka dukanya (lebih banyak sukanya sih, hehe...)
Wah jadi teringat masa-masa ujian (UTS/UAS) dulu. Ciri khas (sebagian besar) teman-teman saya mahasiswa STAN adalah santai saat kuliah tapi mematikan saat ujian. Yap, saya bilang santai saat kuliah karena memang saat ujian banyak yang kurang memperhatikan, tidur, bengong, ngantuk (kalo saya seringnya ngantuk, apalagi kalo semalam ada pertandingan bola. haha...) tapi nggak tau kenapa waktu ujian mereka bisa mengerjakan soal ujian dengan baik meskipun hanya bermodalkan ringkasan materi kuliah yang keluar beberapa hari sebelum ujian tiba.
Ringkasan materi kuliah tadi meliputi semua mata kuliah yang akan diujikan lengkap dengan soal bahasnya. Ringkasan materi ini dibuat oleh IMMA (Ikatan Mahasiswa Muslim Anggaran). Kami biasa menyebutnya "pencerahan IMMA". Jujur adanya "pencerahan IMMA" ini sangat membantu belajar kami. Selain mengandalkan "pencerahan IMMA", biasanya kami belajar materi-materi kuliah dalam bentuk slide yang diberikan dosen, terutama dosen koordinator yang bertanggung jawab membuat soal ujian karena biasanya lebih "ampuh". Hehe...
Selain itu, beberapa hari menjelang ujian biasanya diadakan tentir, semacam belajar bersama dalam satu kelompok untuk membahas materi kuliah yang masih belum dipahami. Memang tidak semua mata kuliah akan dibahas di tentir. Tentir diadakan jika ada materi kuliah yang melibatkan hitung-hitungan rumit. Apabila materi ujian sebagian besar hafalan, tentir tidak diadakan. Tentir diadakan tidak harus di satu tempat tertentu. Kadang di kosan teman, sering juga memanfaatkan ruangan kelas saat libur karena memang diadakannya saat hari libur, yaitu sabtu atau minggu. Biasanya 1 atau 2 orang ditunjuk sebagai tentor, sedangkan sisanya mendengarkan penjelasan yang diberikan.
Saya sendiri mempersiapkan materi ujian seminggu sebelum hari H. Itu juga baru mengumpulkan niat -__-
Tapi apapun itu saya bangga jadi bagian dari keluarga besar STAN. Perjuangan kita selama 3 tahun ini berbuah satu medali yang akan kita pakai wisuda nanti :)
Rencananya "SI INI" dan "SI ONO" akan saya satukan dalam sebuah pigura yang nantinya akan saya pajang di kamar sebagai kenang-kenangan. so sweeeetttt. hahahaha.....
TAMAT
Kak, boleh fotoin medali stannya ga? Mau jadiin wallpaper biar jd motivasi hehe..
BalasHapus