Jumat kemarin, 5 Oktober 2012 menjadi hari yang bersejarah buat kami mahasiswa STAN, khususnya spesialisasi Kebendaharaan Negara (KBN) dan Pengurusan Piutang Lelang Negara (PPLN) karena tepat pada hari itu sekitar pukul 09.45 WIB kami melakukan prosesi yudisium dan disahkan lulus sebagai mahasiswa oleh Direktur STAN, Pak Kusmanadji. Total ada 209 orang mahasiswa KBN dan 49 orang mahasiswa PPLN yang di-yudisium pada gelombang terakhir itu (spesialisasi lain sudah melaksanakan yudisium pada hari sebelumnya).
Menurut jarkom yang disampaikan ketua kelas, registrasi yudisium sudah bisa dilakukan mulai pukul 07.00. Malam sebelum yudisium sudah saya niatkan untuk tidak begadang. Akan tetapi, hingga pukul 24.00 saya masih belum bisa tidur juga karena terbayang-bayang yudisium besok. Akhirnya setelah minum air putih setengah gelas dan mematikan TV serta tidak lupa menyetel alarm HP pukul 05.00, saya bisa terlelap juga. Keesokan paginya saya terbangun sekitar pukul 04.45, bahkan lebih awal daripada alarm. -__-
Setelah salat subuh sempat kepikiran mau melanjutkan tidur tapi takutnya malah mblandang -__-
Akhirnya saya buka laptop dan nonton video klip musik yang kemarin malam selesai di-download. Tak terasa akhirnya sudah pukul 06.45, saya bergegas untuk mandi lalu memakai seragam lengkap dengan dasi hitam untuk yudisium. Setelah semuanya siap, sekitar pukul 07.00 saya menuju ke gedung G tempat dilaksanakannya yudisium. Sampai di sana masih sepi. Setelah saya ingat-ingat ternyata pukul 07.00 itu mulai registrasi sedangkan pelaksanaan yudisium pukul 08.00. -__-
Pukul 08.00 semua mahasiswa KBN dan PPLN sudah berada di gedung G tetapi acara baru dimulai sekitar pukul 08.30 karena menunggu datangnya pak direktur. Acara yudisium dimulai dengan menyanyikan lagu "Mars STAN", "Indonesia Raya", dan "Padamu Negeri". Setelah itu, Ibu Lies selaku Kepala Bidang Akuntan maju ke podium untuk menyampaikan laporan kelulusan mahasiswa KBN dan PPLN. Selama 3 tahun menimba ilmu di STAN ternyata ada 10 orang mahasiswa KBN yang DO, sedangkan mahasiswa PPLN ada 3 orang. Menurut laporan itu juga diketahui bahwa ada sekitar 30% mahasiswa KBN yang mendapat predikat "terpuji" atas IPK-nya, 60% mendapat predikat "sangat memuaskan", dan sisanya mendapat predikat "memuaskan". Sayang sekali saya tidak mendapat predikat "terpuji" itu karena IPK saya ada pada kisaran 3,4 tapi apapun itu harus disyukuri.
Setelah Bu Lies selesai membacakan laporan kelulusan mahasiswa, akhirnya Pak Kusmanadji maju ke podium untuk memberikan wejangan-wejangan bagi para calon wisudawan ini. Beliau memberikan wejangan dalam bentuk analogi. Beliau menganalogikan STAN sebagai seorang ibu, sedangkan kami (mahasiswa) adalah calon anak-anak yang akan dilahirkan. Selama 3 tahun menimba ilmu di STAN diibaratkan seorang ibu yang mengandung anaknya selama 3 tahun. Selama 3 tahun itu sang ibu merawat anak-anaknya dengan penuh kasih sayang.
Nah, momen yudisium ini merupakan saat di mana anak-anak itu lahir dari rahim ibunya. Karena bukan anak-anak sembarangan, setelah lahir nantinya kami sebagai anak akan langsung dipisahkan dari sang ibu untuk hidup mandiri. Sebagai anak yang berbakti tentunya kita tidak boleh mencoreng nama baik "ibu" kita karena apabila kita berbuat salah otomatis nama "ibu" juga akan ikut tercemar. Oleh karena itu "sang ibu" berpesan untuk berbuat sebaik-baiknya dan jangan membuat kesalahan.
Setelah memberikan wejangan selama kurang lebih 30 menit, akhirnya sekitar pukul 09.45 Pak Kusmanadji mengesahkan kelulusan kami dan mulai saat itu kami sudah bukan mahasiswa lagi melainkan alumnus STAN. Begitu Pak Kusmanadji memberikan pengesahan kelulusan, semua mahasiswa nampak sangat bangga dan terharu serta tidak lupa mengucapkan syukur kepada Allah swt, sungguh momen yang sangat indah.

Sebagai bentuk penghargaan, 10 besar mahasiswa terbaik dari KBN dan PPLN diminta maju ke depan untuk diberi penghargaan oleh Pak Kusamanadji selaku Direktur STAN. Setelah itu, beliau pun meninggalkan gedung G karena ada acara lain di luar. Ternyata tidak hanya 10 besar mahasiswa terbaik saja yang maju ke depan, kami semua dipanggil satu persatu urut berdasarkan IPK masing-masing mulai dari peringkat 11 hingga 209. Setelah menanti cukup lama, akhirnya nama saya dipanggil. Saya ada di urutan ke-88 dari 209 mahasiswa KBN. Kebetulan peringkat 88 ada 4 orang termasuk saya. Alhamdulillah peringkat menengah keatas meskipun sedikit. Haha...

Sekitar pukul 11.00 acara selesai diakhiri dengan pembacaan doa. Sebelum pulang, kami harus tanda tangan berita acara peserta Capacity Building terlebih dahulu. Capacity Building ini dilaksanakan di Makopassus, Cijantung, Jakarta Timur selama seminggu dan dibagi dalam 3 gelombang (lain kali akan dibahas tentang Capacity Building ini).
Alhamdulillah ternyata paniti sudah menyiapkan snack untuk kami. Setelah tanda tangan Capacity Building kami pun menikmati snack tadi dengan lahap, maklum belum sarapan. Hehe...
*) Setelah saya ingat-ingat tanggal 5 Oktober itu tenyata bukan tanggal yang biasa untuk saya. Bukan karena tanggal itu hari ulang tahun TNI, melainkan pada tanggal 5 Oktober tiga tahun lalu (2009) saya pertama kalinya menginjakkan kaki di kosan saya di Bintaro dan memulai "petualangan" baru sebagai mahasiswa STAN dan tepat pada tanggal yang sama tiga tahun kemudian (2012) saya melaksanakan yudisium yang artinya saya sudah resmi lulus sebagai mahasiswa STAN.
Sungguh momen yang sangat indah :)
terharu bacanya mas Aryo,,,, apa kabar mas Aryo?
BalasHapus