Rabu, 01 Agustus 2012

Dosen Semester 5

Nama          : Ibu Rini Adiati Ekoputranti
Mata kuliah: Bahasa Indonesia

Beliau adalah dosen terbaik STAN di bidangnya yang juga merupakan pegawai di Pusat Bahasa. Sangat concern terhadap perkembangan tata bahasa di Indonesia terutama penggunaan kata baku sesuai tata bahasa yang baik dan benar. Saya pernah melihat beliau menjadi narasumber di salah satu acara di TVRI. Saat mengajar, beliau sangat sabar tapi terkadang sedikit membosankan sehingga kadang membuat ngantuk. hehehe...

Salah satu pelajaran yang paling saya ingat adalah pengunaan awalan "pe-". Beliau pernah memberikan pertanyaan: Yang benar "pecinta alam" atau "pencinta alam"? Seketika itu juga, teman-teman menyebut "pecinta alam". Padahal menurut belaiau, penggunaan awalan "pe-" yang benar adalah "pencinta alam" karena "pecinta" berarti orang yang "ber-"cinta dengan alam, sedangkan "pencinta" berarti orang yang "men-"cintai alam. Setelah memberikan jawaban itu, salah satu teman saya yang tadinya tertidur pulas tiba-tiba terbangun dan tertawa heboh karena penjelasan dari bu dosen.

Nama          : Bapak M Zahari Hasan
Mata Kuliah: Etika Profesi

Kalau boleh jujur, beliau ini adalah salah satu dosen yang paling ditakuti di kelas kami. Selama kuliah di sini, belum pernah saya menemui dosen seperti Pak Zahari. Beliau ini orangnya tegas, sangat disiplin, dan sedikit perfeksionis. Hanya di mata kuliah ini, semua mahasiswa memakai KTM-nya karena memang beliau menghendaki semua mahasiswa harus memakai tanda pengenal selama proses perkuliahan. 

Yang saya ingat, jadwal kuliah beliau adalah hari Jumat pukul 08.00. Beliau selalu memanggil mahasiswa untuk mengecek kehadirannya, tidak seperti dosen lain yang mempercayakan presensi mahasiswa kepada ketua kelas. Apabila ada mahasiswa yang datang terlambat, beliau pasti langsung menegur dan tak jarang memarahi mahasiswa tersebut jika terlambatnya sudah berulang-ulang. 

Saat ujian pun beliau membuat peraturan yang agak nyeleneh. Kertas ujian tidak boleh kotor, tidak boleh ada coretan, dan jawaban yang dituliskan harus panjang lebar. Pada akhirnya nilai ujian kami sekelas tidaklah memuaskan karena nilai dari mata kuliah ini memang tidak akan pernah maksimal sebagus apapun mengerjakannya. hehehe.....

Nama          : Bapak Heru Cahyono
Mata Kuliah: Evaluasi Proyek

Beliau ini adalah salah satu dosen yang sering terlambat datang saat mengajar. Meskipun cuma mengajar 2 SKS, pelajaran yang diberikan terkesan sangat lama karena sedikit membosankan. Beliau juga pernah menyinggung tentang tidak adanya komunikasi yang baik saat perkuliahan di kelas kami. Pada akhirnya, kami mampu melewati mata kuliah yang paling menyulitkan di semester 5 dengan cukup baik meskipun sambil "berdarah-darah"

Nama           : Bapak Herry Triatmoko
Mata Kuliah: Pengadaan Barang Jasa

Beliau adalah salah satu dosen terbaik di semester 5. Meskipun sering ada acara keluar kota yang mengakibatkan jadwal kuliah berubah, saya rasa beliau cukup bertanggung jawab atas kesuksesan mahasiswanya dalam memahami mata kuliah ini. Pengadaan Barang Jasa (PBJ) merupakan mata kuliah yang paling ribet di semester 5 karena selain diharuskan memahami 10 bab materi pengadaan barang jasa, kami juga diwajibkan mengikuti sertifikasi PBJ yang diadakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) pada akhir semester genap. 

Bagi saya sendiri, beliau bukan orang baru karena sudah pernah mengajar saya dulu waktu semester 3 mata kuliah perimbangan keuangan. Karakternya yang sedikit perfeksionis dan susah memberi nilai bagus di semester 4 sepertinya tidak begitu terlihat di semester 5 karena di awal semester 5 tersebut beliau sudah membuat ketentuan bagi siapa saja yang lulus sertifikasi PBJ, nilai UAS langsung mendapat A. Tentu hal ini menjadi motivasi sendiri buat mahasiswa untuk belajar supaya lulus sertifikasi sekaligus mendapat nilai UAS A (itung-itung buat menutupi nilai mata kuliah etika profesi yang hampir pasti dipukul rata bawah).

Akhirnya setelah sekian lama bergelut dengan pengadaan barang jasa, tes sertifikasi benar-benar dilaksanakan. Dengan segala kemampuan yang dikerahkan, alhamdulillah lebih dari 70% mahasiswa  kebendaharaan negara (termasuk penulis) lulus ujian sertifikasi ini. Akan tetapi, yang masih menjadi pertanyaan bagi saya adalah apa benar mahasiswa yang lulus sertifikasi dapat nilai A karena Pak Herry menjanjikan nilai A bagi mahasiswa yang lulus jika hasil sertifikasi keluar sebelum penyerahan nilai ke sekretariat. Padahal pengumuman dari LKPP dilakukan hanya beberapa hari setelah batas maksimal penyerahan nilai ke sekretariat. Tapi, tak terlalu jadi masalah, yang penting kami semua mendapat IP yang cukup baik di semester 5.

Nama          : Bapak Hery Waloeyo 
Mata Kuliah: Pengelolaan BMN

Sebagai dosen senior di STAN, tentu beliau punya banyak pengalaman mengajar. Selain mengajar mahasiswa STAN, beliau juga sering diundang untuk menjadi narasumber di berbagai acara yang diadakan oleh instansi pemerintah terutama yang berkaitan dengan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN). Beliau ini juga merupakan salah satu dosen yang paling disiplin saat perkuliahan. Jarang sekali terlambat, mengajarnya pun 3 SKS full hampir tepat 3x45 menit.

Untuk cara mengajarnya sendiri, menurut saya sedikit membosankan karena hanya terpaku pada slide-slide yang telah dibuat oleh beliau. Jadi, suasana perkuliahan menjadi kurang hidup dan mengakibatkan mahasiswa bosan yang kemudian mengantuk. Kata-kata yang selalu saya ingat ketika beliau mengajar adalah "Apakah ada pertanyaan?" yang selalu diulang-ulang. Begitu beliau mengucapkan kalimat itu, seperti tak ada respon dari kami dan akhirnya beliau melanjutkan materi sampai jam perkuliahan selesai.

Salah satu hal yang berkesan bagi saya dari beliau adalah kebaikan beliau memberikan voucher makan sebesar 10.000 rupiah bagi kami di warung makan beliau yang baru berdiri, tepatnya di kantin plasa mahasiswa. Beliau melakukan ini sebagai cara promosi warung makannya. Selama promo tadi warung makan beliau memang ramai dikunjungi mahasiswa untuk menukarkan voucher makan. Akan tetapi, beberapa hari kemudian kembali sepi karena jarang ada yang makan di sana, terkendala harga yang cukup mahal bagi kantong mahasiswa. Tapi apapun itu, teima kasih pak traktirannya. hehe...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar