Kamis, 04 Oktober 2012

"Si Ini" dan "Si Ono" (Part I)


"SI INI" adalah KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) STAN Spesialisasi Kebendaharaan Negara warna merah yang didapat dengan susah payah. Jika diingat-ingat lagi perjuangan mendapatkan KTM ini memang cukup berat karena harus bersaing dengan setidaknya 88 ribu pendaftar lainnya. Sementara yang diterima tidak lebih dari 3000 mahasiswa. Suatu kebanggaan tersendiri tentunya.

Saat itu, untuk bisa lulus USM STAN saya sengaja ikut bimbel "Iwangsari" yang ada di dekat Stasiun Balapan Solo. Ya, saya masih ingat, ketika itu saya mendaftar bimbel tepat setelah acara kelulusan SMA di gedung Saba Buwana Solo. Selama sekitar 10 hari saya ikut bimbel tersebut. Lumayan banyak materi dan trik-trik yang didapat untuk bisa mengerjakan soal USM dengan cepat.

Pada saat hari H, kebetulan saya mendapat tempat ujian di YKPN Jogja. Ternyata yang ikut USM tidak hanya siswa lulusan 2009, tetapi banyak juga yang berasal dari angkatan sebelumnya. Sesampainya di sana sudah banyak pendaftar yang stand by di depan ruangan dengan berbekal buku-buku soal bahas USM STAN. Sempat minder juga melihat keseriusan pendaftar-pendaftar yang lain. Sementara itu, saya menghadapi USM dengan perasaan nothing to lose karena sebelumnya (alhamdulillah) saya sudah diterima di IT Telkom jurusan Teknik Telekomunikasi. Kalau tidak lulus pun, saya tidak akan terlalu meratapinya. Hehe...

Begitu bel tanda dimulainya ujian berbunyi, saya dan pendaftar lain langsung mengerjakan soal-soal USM dengan sebaik dan secepat mungkin. Karena perasaan nothing to lose tadi, saya bisa sedikit santai dan mengatur strategi bagian mana dulu yang harus dikerjakan. Dari awal, saya memang sudah mengincar soal-soal Bahasa Inggris terlebih dahulu karena sudah dibekali cara-cara mengerjakan soal dengan cepat dan tepat. Setelah sebagian besar soal Bahasa Inggris selesai dikerjakan, giliran soal-soal Tes Potensi Akademik (TPA) menunggu untuk dijawab. Menurut perhitungan saya, waktu pengerjaan soal akan selesai pukul 11.30. Saat itu, sekitar pukul 10.30 saya baru mengerjakan soal TPA. Baru terjawab beberapa soal tiba-tiba panitia mengingatkan kalau waktu pengerjaan soal hanya tersisa 10 menit lagi. Begitu kagetnya saya setelah tahu kalau waktunya tinggal 10 menit lagi padahal menurut hitungan saya seharusnya masih 40 menit lagi.

Setelah saya cek lembar soalnya ternyata saya yang salah menghitung waktu selesai ujian. 
What the.............-____-

Akhirnya saya pun pasrah mengumpulkan lembar soal dan jawaban yang belum semuanya terisi. Keluar dari ruang ujian dengan tertunduk, kesal dengan diri sendiri yang salah hitung jam. Tapi karena memang sudah nothing to lose, saya lupakan semua. Yang perlu dilakukan hanya menunggu hasilnya saja.

Pengumuman USM STAN baru dilakukan (kalau tidak salah) pada pertengahan Agustus 2009 saat saya sudah kuliah di IT Telkom Bandung. Saat hari pengumuman, saya hanya berdiam diri di kamar kosan karena memang sudah tidak yakin akan diterima sementara teman-teman yang lain sibuk mencari tahu apakah dirinya diterima atau tidak. Memang, teman-teman IT Telkom banyak juga yang dulu daftar USM STAN. Sampai tengah siang, teman-teman belum juga berhasil membuka pengumuman kelulusan karena webnya terlalu sibuk, banyak yang mengakses.

Sore harinya tiba-tiba saya ditelpon ibu dari kantor yang memang sebelumnya sudah mencatat nomor pendaftaran USM saya. Ibu bilang kalau saya diterima di spesialisasi Kebendaharaan Negara. Setengah tidak percaya, saya pun langsung menuju ke warnet dekat kosan untuk mengecek kebenaran berita tersebut. Mungkin karena jaringannya sudah tidak terlalu sibuk lagi, akhirnya saya dengan mudah dapat mengakses pengumuman itu. Setelah saya download, ternyata benar saya diterima di spesialisasi Kebendaharaan Negara.

Senang? Pasti lah senang. Tapi campur galau juga. Sebenarnya saya sudah nyaman tinggal dan kuliah di Bandung tapi kesempatan kuliah gratis di STAN tentu tidak bisa dilewatkan begitu saja. Setelah semalaman tidak bisa tidur karena menimbang-nimbang baik buruknya antara IT Telkom dan STAN, akhirnya saya membuat keputusan untuk meninggalkan IT Telkom untuk pindah ke STAN meskipun di Telkom sendiri saya sudah bayar lunas biaya kuliah selama satu semester dan sewa kosan selama setahun.

Dan saya rasa , keputusan yang saya ambil saat itu adalah tepat, sangat tepat. :)

(Lanjut ke Part 2 ya, udah malem nih. Besok mau Yudisium :D )






1 komentar: